Menu Halal

Bisnis restoran sekarang sudah begitu menjamur, segala macam jenis restoran dengan segala jenis makanan dengan mudah dijumpai. Hanya saja bila kita tanya apakah makanan yang disajikan halal atau tidak, masih harus dipertanyakan.

Pada umumnya kategori makanan halal buat kebanyakan orang non muslim adalah makanan yang tidak mengandung babi. Makanan yang menggunakan campuran alkohol pada proses memasak umumnya tidak di kategorikan sebagai makanan yang tidak halal. Penambahan minuman beralkohol dalam proses memasak sering digunakan untuk menambah rasa pada makanan tersebut.

Beberapa jenis minuman beralkohol yang sering digunakan dalam proses memasak adalah Whiskey, Cognac, Rum, Liqueur dan Wine, pemakaian minuman beralkohol tersebut digunakan untuk segala jenis makanan, mulai dari Appetizer, Soup, Main Course dan Dessert.

Di dalam beberapa daftar menu terkadang dituliskan alkohol yang digunakan; baik jenis alkohol ataupun merek dari minuman alkohol tersebut, misalnya Black Angus Whisky Pepper Sauce atau Toffee Pudding with Scotch Whisky Ice Cream

Jenis wine yang sering digunakan adalah Chardonnay, Sauvignon Blanc, Riesling, Shiraz, Cabernet, Merlot dan Pinot Noir, contohnya Fresh Manila clams steamed in Chardonnay, fresh basil and garlic.

Liqueur merupakan mnuman beralkohol dengan rasa manis sehingga cendrung digunakan untuk makanan dessert. Beberapa merek liqueur yang sering dipakai adalah Apricot Brandy, Cointreau, Baileys Irish Cream, Kahlua, Tia Maria, Sambuca, Grand Marnier, Midori contohnya thin crepes flambeed in Grand Marnier.

Apabila di daftar menu  tidak tertulis apakah menggunakan alkohol atau tidak maka satu-satunya cara adalah dengan menanyakan langsung karyawan restoran tersebut.

Selain penjelasan diatas, masalah penyimpanan bahan makanan dan peralatan memasak yang digunakan juga mempengaruhi halal tidak makanan yang disajikan. Bila ditanyakan masalah penyimpanan dan peralatan yang digunakan kepada karyawan restoran apakah tercampur antara yang halal dan tidak,  jawaban dari karyawan tersebut  pasti tidak bisa dijadikan pegangan sepenuhnya . Sehingga apabila masih meragukan maka sebaiknya tidak memilih restoran tersebut.

2 responses

  1. Ping-balik: You May Like This One « ANNployee

  2. Kebetulan saya tak bermasalah dengan halal dan haram, tapi dulu, termasuk dalam perjalanan dinas ke LN, kadang saya ambil inisiatif menanyakan soal sajian ini supaya teman2 muslim tak dirugikan. Tapi kalau kehalalan sampai ke pangkal, yaitu penyembelihan, saya tak tahu banyak. Kepentingan saya lebih ke pork dan alkohol.🙂

    Suatu kali saya diundang oleh Australian Tourist Commision. Penerbangan resminya tentu Quantas. Untuk penerbangan domestik, makanan saya selalu berlabel “muslim; halal food”. Meskipun saya bukan muslim, saya menghargai kehati-hatian ini.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s