if the Guest is King

Banyak orang selalu mengatakan tamu adalah raja semua orang setuju dengan ungkapan tersebut, termasuk saya. Tidak ada yang membantah.

Hanya saja, apabila tamu adalah raja maka karyawan restoran menjadi apa?

Pertanyaan ini pernah aku ajukan kepada beberapa karyawan restoran dan jawabanya adalah pelayan, pembantu, orang suruhan, budak dan lain-lain. Anehnya dari bermacam-macam jawaban semuanya menempatkan dirinya pada posisi paling bawah. Tidak ada yang menjawab  saya (karyawan restoran) adalah penasihat raja.

Jadilah seorang penasihat, tempatkan diri diposisi  memberikan nasihat dan saran kepada sang raja dalam membuat keputusan dan perintah dan bukan menjadi orang suruhan yanag hanya melakukan perintah dari sang raja.

Jadi, buat pelayan, waiter/waitress, bartender, shop keeper, guest relation, reception dan yang lain jadilah seorang Penasihat. Paling tidak ada 2 manfaat yang didapat, pertama menjadi lebih percaya diri menghadapi tamu dan kedua pekerjaan Anda juga jauh menjadi lebih mudah.

One response

  1. Yang kerap saya lakukan ketika mengudap pertama kali di sebuah kedai adalah:
    1. Menanya pelayan/pemilik: “apa menu yang sampeyan banggakan?”
    2. Menanya porsi, jangan sampai terlalu banyak atau kelewat mini
    3. Kalau ada hal yang tidak jelas dalam penjelasan menu saya akan bertanya.

    Biasanya mereka senang, merasa dihargai.

    Kepada anak-anak selalu saya ajarkan dan contohkan untuk berterima kasih ketika dilayani.

    BTW di sebuah kedai baru saya menghitung lama penyiapan. Dalam dua menit minuman (karena teh tawar) sudah keluar. Semenit kemudian piring sudah keluar. Sepuluh enit kemudian baru makanan utama yang keluar.

    Rasanya enak. Penyajian bagus. Respon pelayan kepala juga bagus. Rampung makan, ketika membayar, saya ingin berkenalan dengan pemiliknya. Ternyata masih muda. Saya puji hospitality-nya. Saya tanya sekolahnya, ternyata dari perhotelan.😀

    Tapi banyak kedai yang diurus orang non-sekolah perhotelan juga bagus. Bakmi GM adalah contoh. Minuman cepat tersaji. Dalam baki pelayan selalu ada setruk pesanan, sehingga dia bisa mengantar ke meja-meja yang berbeda.

    Satu hal yang membuat saya kagum terhadap kedai bagus adalah jika pelayannya ingat dari sebuah meja itu kursi mana saja yang pesan minuman A dan makanan B, lalu kursi mana yan pesan minuman Z dan makanan X.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s