Slice Fruits

Oktober lalu aku berkunjung ke rumah saudara di Malang, makan-makan di satu restoran. Selesai makan, istriku mau memesan buah sebagai penutup hidangan tapi kakakku bilang, tidak usah nanti saja beli di jalan lebih murah. Kenyataannya 2 hari 3 malam di Malang tidak sebiji buah pun yang aku makan.

Tulisan ini bukan tentang keluhan kepada saudaraku di Malang tapi tentang buah yang jarang di pesan hanya karena masalah harga.

Di warung Padang sering diletakkan buah pisang di tengah meja tapi kita jarang mengambil dan memakan, entah karena tidak suka, lupa atau juga lagi-lagi masalah harga. Tapi untuk menambah segelas es teh manis mungkin harga tidak menjadi masalah.

Di restoran, Tiramisu atau Cheese Cake selalu jadi pilihan utama makanan penutup meskipun harga sepiring irisan buah harganya lebih murah, tapi tetap saja beli buah di pasar bisa lebih hemat.

Buah mudah didapat, harganya murah, bermanfaat  tapi sering lupa dibeli.

2 responses

  1. Benar sekali..
    Buah emang sering terlupakan. Padahal berkemampuan banget buat beli. Apalagi untuk orang yg punya gaya hidup amburadul seperti aku ini…hehehe
    Buah nyaris terlupakan! *siap2 beli Apel*😀
    Btw, link kamu sudah dipasang… Coba deh dicek ^ ^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s