Jogjakarta

Juni 2010, keinginan yang telah tersimpan lebih dari 10 tahun akhirnya kesampaian, menginjakkan kaki ke Jogjakarta. Berakhir pekan bersama istri dan seorang teman dan mendapat harga diskon untuk menginap di hotel berbintang dekat lapangan terbang.

Setelah pulang saudaraku baru bilang kalau ke Jogja jangan tinggal di hotel berbintang karena jadi tidak bisa menikmati Jogja yang sebenarnya. Aku tidak mengerti Jogja yang sebenarnya itu seperti apa. Tapi rasanya memang ada yang kurang, meskipun sudah makan gudeg Jogja, melihat cara membuat bakpia pathok dan belanja di pasar beringharjo plus menggagumi candi Borobudur di Magelang. Sepertinya Jogja tidak cukup dinikmati hanya di akhir pekan. Aku pasti kembali lagi ke Jogja mencari jawaban “Jogja yang sebenarnya” seperti apa.

November 2010, aku ikut berduka, Jogja kembali mendapat  ujian, tapi syukurlah di akhir bulan aktivitas Merapi sudah berkurang dan keadaan berangsur membaik.

Aku berdoa semoga yang kehilangan diberi kesabaran dan kekuatan.

Ayo dukung Jogja untuk bangkit lagi.

6 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s