Food Hunting

Mencoba makanan sepertinya menjadi hal yang wajib dilakukan setiap kali sedang berlibur atau mengunjungi daerah baru.

Seperti salah satu saudaraku yang lumayan sering mendapat kesempatan mengikuti pelatihan atau seminar di luar daerah. Setiap kali akan pergi ke suatu daerah pasti sudah mengumpulkan informasi dari internet dan menyiapkan catatan tempat makan yang ingin dikunjungi, lengkap dengan peta lokasi dan makan yang direkomendasikan.

Hanya saja tidak semua informasi yang didapat dari internet mencantumkan harga makan dari restoran tersebut, mau tidak mau yang harus datang langsung ke restoran tersebut. Buat yang berkantong tebal tidak jadi masalah, lain cerita buat yang bermodal pas-pasan.

Bagaimana caranya supaya tidak malu atau kelihatan bermodal pas-pasan?

Mulailah perburuan makanan sebelum bener-bener lapar, paling tidak 1 jam sebelumnya. Jadi masih ada kesempatan buat mencari alternatif kalau ternyata harga makanan tidak sesuai dengan budget.

Hindari untuk langsung duduk di meja, sapa hostess (penerima tamu) atau karyawan restoran terlebih dahulu.

Minta menu restoran tersebut, duduklah di area lounge (kalau ada), kalau tidak ada biasanya waiter akan mempersilahkan untuk duduk di meja terdekat. Baca daftar makanan tersebut, jangan hanya terpaku pada harganya saja.

Berbasa-basilah dengan karyawan restoran, jujur saja katakan Anda sedang food hunting, katakan kalau Anda mendapat rekomendasi dari rekan, teman atau saudara untuk mencoba restoran tersebut dan sambil mempelajari daftar harga makanan dan minuman. Kalau sesuai dengan kantong, yah tinggal menikmati makanan Anda.

Kalau over budget, jangan langsung kabur.

Lanjutkan basa-basinya, tanyakan jam buka-tutup restoran tersebut, perlu tidak membuat reservasi, Chef nya dari mana, dan basa-basi lainnya. Terakhir, mintalah kartu nama atau nomor telfon restoran tersebut agar bisa membuat reservasi dan akhiri pembicaraan dengan mengucapkan “I’ll be back…”

Kalau Anda berbaik hati dan haus, silahkan memesan minuman. Secangkir kopi atau jus, sekalian bisa untuk mengumpulkan tenaga sebelum melanjutkan perburuan. Kesempatan ini juga bisa dimanfaatka buat mendokumentasikan diri Anda telah sampai di restoran tersebut (walupun tidak makan..)

Intinya adalah percaya diri dan ramah kepada karyawan restoran.

Kalau diawal Anda sudah menunjukkan sifat angkuh namun begitu melihat daftar makanan langsung kabur, jangan tersinggung kalau kepergian Anda diantar oleh ketidakramahan para waiter.

Happy hunting.



 

15 responses

  1. Ping-balik: Berwisata Kuliner Bersama SaudarAnn « RestaurANN

  2. Ping-balik: NINE FROM THE BIG BOYS | The Ordinary Trainer writes …

  3. yup, hal seperti ini dulu sering bunda lakukan ketika masih muda dan bekerja .
    tetapi sangat terbatas krn pada dasarnya bunda tdk makan daging dan unggas apapun😦
    sangat menyenangkan pengalaman seperti ini🙂
    salam

  4. Wah aku juga sering begitu mas, tapi kalau lokasi nya jauh dari penginapan, mending cari yang terdekat asal bisa kenyang😎
    Salam hangat serat jabat erat selalu dari Tabanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s