A Good Chef

Dari seluruh orang yang melakukan kegiatan masak-memasak, mungkin hanya setengah yang melakukan karena keinginan sedangkan setengahnya lagi dikarenakan keadaan.

Keadaan yang membuat memilih profesi menjadi juru masak restoran untuk mendapat pekerjaan, wanita yang menikah dan kemudian bersusah payah belajar masak hanya untuk menunjukkan rasa cinta kepada suami lewat masakan atau seperti aku memasak supaya tidak kelaparan.

Pengalaman pertamaku memasak ketika masih SMA.

Bukan hanya sekedar masak nasi dan goreng telur, tapi waktu itu aku (terpaksa) memasak goreng-gorenan ikan dan ayam, memasak sayur bening sampai sup ayam lengkap dengan sambal-sambalnya dan makanan lain, so I’m talking a real food.

Kegiatan masak ini juga harus aku mulai dari  pergi ke pasar untuk membeli segala macam bahan-bahan. Ditambah lagi bukan cuma memasak untuk aku sendiri tetapi juga harus memasak untuk dua orang saudara aku yang selama proses masak-memasak hanya duduk nyaman sambil baca koran.

Kenapa aku (terpaksa) memasak?

Saat itu ada urusan keluarga yang membuat ibu aku pergi ke Jakarta, aku bersama dua saudaraku tepatnya abang-abangku ditinggal di rumah dengan bekal beberapa bahan mentah untuk tiga hari, uang belanja selama seminggu dan 2 lembar kertas berisi resep makanan.

Beberapa tahun kemudian, ibuku pergi lagi ke Jakarta menemani kakakku yang akan melahirkan, kali ini aku sudah bekerja dan merantau. Salah satu abangku yang masih tinggal di rumah ditinggal selama 1 bulan lebih, sendirian. Sejauh aku mengenal abangku tersebut, dia sama sekali tidak betah berlama-lama di dapur, pokoknya urusan masak-memasak sama sekali tidak ada dalam kepalanya. Tapi karena keadaan ternyata dia juga bisa, keberhasilan dia yang paling aku puji adalah kemampuannya membuat Spaghetti Bolognese, dengan membuat saos bolognese dengan tangannya sendiri, bukan beli yang sudah jadi.

Ada satu temanku yang bercerita kalau dia juga tidak pernah masak dirumah sebelumnya. Pertama sekali bekerja di hotel menjadi pencuci piring dan karena keinginan untuk memperbaiki posisi dan karir memilih untuk belajar dan menekuni pekerjaan menjadi juru masak. Kabar terakhir dia sudah menjadi Sous Chef di salah satu hotel di Macau.

Kesimpulannya semua orang bisa masak koq.

Selamat memasak

 

17 responses

  1. Saya juga selama merantau (halah bahasanya) jadi mahasiswa, mau gak mau harus bisa masak.😀 Lama-lama terbiasa juga masak sendiri, meskipun udah empat tahun variasi masakan gak terlalu bertambah.😆

  2. saya paling getol koleksi resep bahkan bisa beli tabloid atau majalah hanya karena ada resep yang sepertinya mudah dibuat dan enak … tapi sayangnya hanya sebatas koleksi krn sd saat ini tak ada 1 resep pun dari 1 lemari itu yang pernah dicoba ..tapi saya yakin one day saya bisa jadi chef yang jagoan … amin

  3. setuju ,Ann
    semua orang pd dasarnya bisa masak, asal ada kemauan

    dulu,pertama menikah,
    bunda gak ngerti sama sekali ttg berbagai macam bumbu
    sampai gak bisa bedain laos dgn jahe …
    (malu2in ya ,Ann ) :oosp:

    sekarang, walaupun gak jago2 amat,
    paling tidak sudah bisa menyiapkan menu utk keluarga setiap hari🙂
    salam

  4. Halo…saya juga bisa masak karena awalnya terpaksa. Lama kelamaan saya justru menyukai kegiatan ini, hampir cinta malah…
    Betapa bahan mentah yang kita pilih sendiri, harus disulap menjadi makanan enak dan bergizi buat keluarga, itu perlu sebuah seni sekaligus banyak cinta🙂
    Awal mula saya mengenal dapur buat memasak, adalah saat menikah dulu. Suami tidak suka beli makanan diluar. Jadilah saya harus belajar buat menyiapkan semua makanan itu di dapur sendiri…ternyata menyenangkan!

  5. Ya … semua orang bisa masak …
    jika dia mau …

    Namun jujur saya hanya bisa masak yang instant-instant saja (haha kalau itu sih bukan masak namanya )

    Dan tentu saja …
    Nasi Goreng …
    Mengapa saya bisa masak nasi goreng ?
    Sebab ini selalu jadi lomba untuk Bapak-bapak pada saat 17 Agustus :0

    salam saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s