The Buffet Line – Eat All You Can

Dapat undangan makan atau menginap di hotel yang mendiakan makanan prasmanan merupakan berkah buat aku yang suka icip-icip makanan. Kesempatan untuk mencoba dan merasakan bermacam jenis makanan sepuasnya.

Kalau diperhatikan tiap orang punya cara sendiri-sendiri dalam memilih dan mengambil makan, namanya juga selera tiap orang pasti beda.

Kalau aku

Piring, sendok dan garpu itu hal kedua

1. Adalah muterin dulu meja prasmanan, lihat dan mengamati sasaran. Sekalian melihat menu apa saja yang disajikan, untuk mengatur urutan makanan yang diambil.

2. Setelah itu baru mengambil peralatan makan.

3. Salad dan sup yang pertama. Salad biasanya aku tidak memakai dressing yang creamy soalnya bisa bikin cepet kenyang. Untuk sup, walaupun aku biasa menghabiskan satu mangkop penuh tapi kalau prasmanan cukup 2-3 sendok (kalo memang enak luar biasa, masih bisa nambah lagi nantinya)

4. Makanan utama, this is the best part. Prasmanan biasanya menyediakan lebih dari 3 macam hidangan, paling tidak pasti ada daging, ayam dan ikan. Aku yang tidak punya pantangan (kecuali daging Oikk dan Gukguk)  wajib mencoba semua hidangan utama, apalagi kalau makanan tersebut tidak pernah atau jarang aku makan.

Untuk bisa memasukkan seluruhnya kedalam perut, sekali lagi, kurangi porsinya. Dari 2 potong ayam menjadi 1 potong, khusus untuk buffet yang menyediakan live cooking atau ada juru masak yang menyiapkan dan menyediakan makanan maka aku akan selalu bilang untuk membuat porsi setengah, kalau tidak mereka akan menyiapkan masakannya untuk satu porsi.

Nasi goreng atau mie goreng, selalu jadi pilihan yang terakhir atau bisa dibilang tidak aku pilih. Aku termasuk orang yang beranggapan kalau nasi/mie goreng yang enak itu adanya di warung pinggir jalan bukan di hotel berbintang. Untuk karbohidrat aku lebih memilih nasi putih atau kentang.

Yang terakhir adalah yang paling menyiksa kalau bisa meminjam istilah beautiful dengerous ya dia ini, dessert, makanan penutup yang biasanya di meja prasmanan sudah disediakan dalam potongan kecil-kecil tersusun rapi dengan warna yang menggoda. Keindahan yang sering bikin lupa kandungan gula yang ada didalamnya. Terkadang memang membutuhkan kekuatan untuk menolak dan mengalihkan pilihan ke potongan buah yang terlihat biasa saja tapi jelas lebih bermanfaat.

Nah, kalau kebiasaan yang paling/tidak aku lakukan

Menumpuk bermacam-macam makanan dalam satu piring atau mengumpulkan piring berisi bermacam-macam makanan di meja pada saat bersamaan. Alasanya simpel, kelihatan kaya orang kelaparan dan sama sekali tidak membuat suasana meja makan jadi nyaman.

Ada teman yang bilang sungkan untuk bolak-balik untuk mengambil makanan. Kenapa sungkan kalau kita memang diundang untuk datang. Sungkan sama pelayan kalau di restoran? they don’t care, as long as you pay the bill. Buat aku berjalan dengan memegang dua piring penuh dengan makanan lebih mengundang perhatian dan pembicaraan orang. Itu kalau alasannya sungkan, kalau alasannya malas jalan, aku no comment, ngambil makanan aja udah malas apalagi kalau disuruh nyari makan.

Hal lain yang tidak aku lakukan adalah, menyisakan makanan. Hukumnya haram (menurut fatwANN), makanya selalu mengambil dalam porsi setengah. Baik itu makanan yang baru pertama sekali dicoba atau makanan yang sudah biasa dimakan, misalkan gurami asam manis yang ada belum tentu sama dengan yang biasa/pernah dimakan.

Yang terakhir (titipan dari pelayANN)

Jangan buang makanan dilantai, kalau memang tidak sengaja atau terjatuh pangil waiter untuk membersihkan, jangan sampai rekan Anda tersandung gara-gara tulang ayam.

Jangan menumpuk piring kotor. Beberapa tamu dengan berbaik hati ingin meringankan pekerjaan waiter, dengan menumpuk piring kotor sebelum menyerahkan ke waiter. Tanpa mengurangi rasa terima kasih untuk kebaikan Anda, tapi sebaiknya tidak perlu dilakukan karena malah bikin kerja tambahan.

Makanan prasmanan khusus untuk dimakan di restoran bukan untuk dibungkus bawa pulang. Kecuali menghadiri undangan perkawinan, itupun kalau ingin membungkus makanan untuk di bawa pulang harus sepengetahuan EO atau pihak yang mengundang.

Selamat makan

6 responses

  1. wah, yang ini ttg buffet ini ada juga ditulisan bunda ,Ann🙂
    etikanya makan buffet itu, kan memang harus menghabiskan makanan yg kita bawa kemeja.

    Nah, trik nya seperti yg Ann bilang, ambil secukupnya atau setengah porsi, agar tdk terlalu kenyang, dan msh bisa mencicipi makanan yg lain.

    setuju An, ttg sungkan itu.
    sungkan adalah ketika membawa beberapa makanan sekaligus dlm piring kemeja kita
    (xixixix….kayaknya kok habis puasa sebulan gituh )😛

    terimakasih Ann utk tulisan yg sangat bermanfaat ini .
    salam

  2. saya termasuk orang selalu jadi ledekan rekan lain kalau diajak makan buffet karena selalu memilih makanan yang telah familiar jadi kurang berani mencoba yang baru … Nasi Goreng, Bakso dan Sate (wah kayak Obama aja ya ) pasti wajib coba deh … biarpun di restoran terhebat sekali pun hahaha …

  3. Wakakakakkak….hihihiiiihihhi,,,huhuhuhuhu…favorite saya nih buffet! Makasih mas tipsnya, saya juga mirip2 mas tuh, makan bolak-balik, cuma tiap piring saya atur kombinasinya biar menarik (udah kaya menghias aja), dan enak rasanya. Cuma karena keburu napsu saya langsung makanan pembuka, sup atau salad kadang lupa, wkakakak,,,,kecuali ada temen yg bisikin supnya enak, wkakakakka…kapan2 saya cerita mas pengalaman saya ma buffet di US. hihihihihihi…thanks inspirasinya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s