Food Court

Aku baru tahu kalau ada sistem baru yang dipakai di food court yaitu menggunakan sistem kupon makan.

Setiap tamu yang masuk restoran dikasih satu kupon, jadi nanti ketika kita pesan makanan tinggal menyodorkan kupon tersebut dan kemudian di stempel sama penjaga gerai makanan.

Disatu sisi ada bagusnya dan pastinya disisi lain ada yang kurang bagusnnya penggunaan sistem kupon ini.

Menurut aku kurang bagusnya adalah jadi gak bisa mengkontrol total yang akan dibayar. Terus ketika mau membayar juga harus antri di kasir dan yang terakhir sedikit merepotkan kalau mau keluar – masuk dari restoran, kupon harus diserahkan kalau kosong dan pastinya harus bayar kalau sudah di stempel dan waktu masuk dikasih kupon lagi.

Kalau kuponnya hilang bakal kena denda (500rb – 750 rb) !

Bagusnya adalah jadi tidak harus repot-repot membawa duit setiap kali memesan makanan dan sistem ini pas banget kalau seandainya lagi ngumpul dan makan dengan teman terutama kalau bayar sendiri-sendiri jadi jelas hitungnannya.

Baru-baru ini aku berkesempatan berkunjung ke 2 restoran di 2 kota berbeda ber 2 dengan istri tercinta🙂

Pertama – Marche Restaurant di Plaza Senayan

Restoran ini menyajikan makanan dan minuman Eropa, suasana didalam dibuat seperti di pasar dengan di dominasi oleh nuansa kayu, ada ruangan bermain khusus untuk anak-anak dan dapat balon gratis juga di pintu keluar🙂 pilihan makanannya cukup bervariasi, cuma waktu itu aku pesan pizza dan dessert jadi gak bisa kasih komen lebih jauh.

Kedua – d’kampoeng Surabaya Town Square

Dari namanya sudah pasti menunya makanan kampung (Indonesia) lengkap dari Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi … Kalimantan/Papua (ada gak ya, lupa). Suasananya juga sama suasana pasar. Kalau di Marche aku gak makan banyak, disini aku makan sampai buncit, mulai dari makanan utama sampai jajanan daerah.

Pokoknya kalau mau mencoba masakan Nusantara disatu tempat dengan kualitas terjamin  d’kampoeng ini bisa jadi pilihan walupun dari harga jadi sedikit lebih mahal dibanding beli di warung luar.

Yang paling top ya pastinya Lontong Balap plus sate kerangnya…pedes-pedes nagih🙂

Selamat makan

 

 

 

14 responses

  1. Saya pertamakali tau sistim “cap-capan” ini ya juga dari Marchee Ann …
    And You are right … ndak bisa ngontrol harganya …
    maen cap … cap dan cap …
    ndak taunya …
    Adoh !!!

    ehehehehe

    Salam saya Ann

  2. kalau kupon hilang, bisa berabe dong ya Ann.
    cerita soal makanan berbagai macam daerah dgn kekhasannya masing2 , jadi inget waktu makan di salah satu hotel yg menyelenggarakan event makanan daerah senusantara.
    wah, gak ada yg pas di lidah, sepertinya kok kurang bumbu, atau memang disengaja , agar orang2 asing bisa ikut menikmatinya juga , mungkin …. ..
    salam

  3. di FX jakarta juga ada om. menuurutku sistem ini mempunyai kesen yang emotional.
    1. bagi orang yang demen koleksi kartu
    2. bagi orang yang suka lupa sama duit kembalian
    3. bagi konsumen yang suka sama hal hal baru, kemudahan seperti ini sebenarnya ngak terlalu berarti bagi penjual tapi memang cukup signifikan untuk sentralisasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s