Better Man

Bukan tentang pekerjaan

Bukan tentang makanan

Kali ini hanya tentang ANN

 

Buat yang pernah atau menetap di Bali pasti setuju kalau aku bilang luas jalan di Bali bisa dikatakan sempit dan semakin padat ditambah lagi mulai banyak titik kemacetan dibeberapa lokasi. Kemacetan dan kepadatan lalu lintas di Bali akan semakin parah apabila tidak ada solusi yang diambil dalam waktu dekat.

Salah satu solusi yang bisa diambil mungkin pengembangan atau memaksimalkan angkutan umum di Bali tepatnya Denpasar dan Badung. Saat ini angkutan umum di Denpasar dan Badung jumlahnya sangat terbatas dan hanya melayani area yang tidak terlalu luas.

Keterbatasan angkutan umum  menjadi salah satu alasan mengapa jumlah kendaraan pribadi di Bali menjadi meningkat setiap tahunnya. Malah ada yang mengatakan disetiap rumah jumlah kendaraan yang ada sama dengan jumlah orang yang ada didalammnya. Baik itu kendaraan roda empat atau sepeda motor.

Seperti aku, yang sejak pertama sekali menginjakakan kaki di pulau ini sampai sekarang selalu menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi untuk setiap aktivitas sehari-hari, kerja, belanja atau sekedar jalan-jalan tetap setia menggunakan sepeda motor karena belum cukup duit buat beli mobil mengendarai sepeda motor memberi kenikmatan tersendiri.

Kepanasan di siang hari

Kedinginan di malam hari

Basah-basahan ketika sedang hujan

Melengkapi kenikmatan tersebut biasanya aku mengendarai sepeda motor sambil bernyanyi. Menyanyikan lagu yang sesuai dengan apa yang aku rasakan dan sesuai dengan suasana di jalan.

Meskipun pada dasarnya aku itu tidak memiliki suara yang bagus dan bakat menyanyi ditambah ketidakmampuan aku untuk menghafalkan lirik lagu, jadi lagu yang kunyanyikan lebih banyak hanya mengulang-ulang reff lagu dan mengubah lirik lagu sesuka hatiku.

Tidak ada batasan dalam pemilihan lagu, semua bebas dari jenis aliran musik tertentu, lagu anak bangsa atau lagu mancanegara, lagu lawas atau lagu terbaru, semuanya bebas. Apa yang terlintas di kepala dan sesuai dengan suasana, maka lagu itu yang aku nyanyikan.

Misalnya ketika terjebak kemacetan di siang hari, aku akan teriakkan “panas…panas…panas…badan ini. Pusing..pusing..pusing kepala ini..”

atau ketika aku pulang kerja malam hari aku bernyanyi “..dimalam yang dingin dan gelap sepi benakku melayang pada hantu jembataaaan…”

kalau kehujanan “rain drops keep falling on my head…rain drops keep falling on my head…rain drop keep falling on my head…” terus diulang sampai tiba ditujuan karena cuma itu lirik yang aku tahu.

Ya, begitulah kebiasaan yang aku lakukan ketika berkendara, silahkan dicoba. Sama sekali tidak menganggu atau merugikan pengguna jalan yang lain.

Sampai pada satu hari (aku lupa apa yang aku rasakan dan susana seperti apa yang ada di jalan waktu itu) aku tidak bernyanyi, yang keluar dari mulutku adalah lantunan

“subhaanallah, wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar”

diulang-ulang mencoba menirukan irama ustadz M Arifin Ilham.

Sampai sekarang ini menjadi ‘lagu’ wajib yang kunyanyikan ketika menuggangi sepeda motor di jalan raya. Meskipun masih belum berhasil untuk meniru ustadz Arifin Ilham, aku tetap merasa senang dan tenang.

Setidaknya tidak ada lagi ungkapan kekesalan dalam bentuk ucapan “f**k you, a**  hole atau god d***” ketika pengendara lain menyelip motorku secara tiba-tiba atau ketika harus menghirup asap hitam dari knalpot truk.

Tak ada lagi terikan, “woi an***g atau b****at ketika aku terkena cipratan genangan air dari mobil sedan.

Basah air hujan aku sambut dengan lantunan

“subhaanallah, wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar”

Ini hanya caraku (dijalan raya)

mensyukuri nikmat, caraku melatih kesabaran, caraku berpasrah, caraku memohon lindungan dan keselamatan.

Itu aku …yang masih perlu lebih banyak belajar dalam banyak hal to a better man.

 

Selamat berakhir pekan, hati-hati di jalan.


12 responses

  1. cara sederhana , namun mafaatnya terasakan ya Ann.

    akhirnya mampu memberikan rasa sabar ketika di jalan, yg biasanya krn kemacetan bisa buat tensi kita gampang naik yg berubah jadi sebuah sumpah serapah.
    salam

  2. Hohohoho…. jadi inget diri sendiri, kalo ada orang “nyeleneh” di jalan suka ngomong “sh*t” tapi pelan sih…
    selama ini sih lagu2 biasa mas yang di nyanyiin, harus denger opick cs kali ya, biar kebawa sambil naik motor..🙂 nasihat dan tips yang baik!

  3. Ini tips yang sangat sederhana Ann …
    Karena jujur saja bagi pengguna jalan … kehidupan keras di jalan membuat kita kadang lupa diri …
    sehingga keluar kata-kata yang tidak seharusnya diucapkan

    Salam saya Ann

  4. meskipun saya ga menetap disana, tetapi saya merasakan bahwa jumlah kendaraaan memang hampir sama dengan jumlah penduduknya. sedangkan masyarakat bali enggan menggunakan angkutan kota sehingga angkot sering sepi

  5. Dulu saya pernah nyanyi keras2 di tengah jalan, tengah malem buta, waktu pulang dari kampus.😀 Jadi waktu itu saya ama temen saya naik motor (dua motor), ngelihat jalan sepi, kami teriak2 gitu…:mrgreen: Ganas banget lah pokoknya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s