Restaurant Team

Penampilan selalu jadi point penting untuk kerja di hotel, terutama bagi karyawan yang berhadapan langsung dengan tamu (Front Office dan Restaurant staff). Terkadang pendidikan dan pengalaman dinomor duakan asal tubuh semampai dan wajah rupawan.

Aku juga mau punya karyawan seperti itu, siapa yang tidak suka dikelilingi para bidadari setiap hari. Tapi aku sadar ini bukan kerajaan tapi restoran tempat jual makanan, jadi aku perlu orang yang punya mental melayani, bertanggung jawab dengan pembayaran, mampu menangani keluhan dan sanggup berdiri minimal delapan jam.

Agak susah sebenarnya untuk mendapat orang memiliki kemampuan lengkap seperti itu, tapi untungnya bekerja di restoran merupakan pekerjaan yang tidak bergantung kepada individu, pekerjaan dilakukan secara bersama-sama sebagai team, yang aku sebut restaurant team.

Mereka yang memiliki paras cantik aku jadikan Hostess (penerima tamu) yang menyambut tamu didepan, yang berwajah tidak secantik hostess dan memiliki kemampuan operasional berada di tengah restoran menjadi waiter/ess melayani para tamu, yang memiliki ketelitian tingkat tinggi aku dudukkan diduduk kursi menjadi kasir restoran, penempatan posisi dengan tujuan memaksimalkan kemampuan individu untuk mencapai tujuan bersama, memberi kepuasan kepada semua tamu. Tidak ada posisi yang lebih penting dari posisi yang lain, tidak ada karyawan yang lebih baik dari karyawan yang lain, semua punya tanggung jawab dan peranan yang sama penting.

Berada di posisi depan bukan berarti bintang, yang dibelakang tetap masuk hitungan meski kerjaannya hanya mencui piring dan membuang sampah sisa makanan. Meski keahlian mereka tidak sehebat rekan mereka yang didepan, wajah dan penampilan mereka juga pas-pasan, tapi jasa mereka tidak boleh dilupakan tanpa mereka operasional lapangan tidak akan berjalan sesuai keinginan.

Mereka yang dibelakang juga jarang mendapat pujian padahal mereka rela berpanas-panasan tanpa meminta imbalan. Keinginan mereka sederhana hanya sebuah kenyamanan untuk bisa mendukung team kesayangan tanpa harus berdesakan apalagi sampai pingsan.

tetap setia mendukung laskar garuda seperti aku selalu setia mendukung ayam kinantan (yang mungkin sudah mati disembelih)

 

2 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s