Kopitiam Oey Bali

First thing first sahabatku Canon s60 sudah sehat dan siap beraksi lagi🙂🙂

Ya, setelah dititipkan ke ‘dokter’ beberapa hari dan tadi pagi aku dihubungi kalau dia sudah boleh pulang. Thank you, Doc dan terima kasih untuk sahabat semua, karena sudah sembuh maka saatnya kita beraksi, targetnya adalah Kopitiam Oey Denpasar.

Ini adalah kali ketiga aku ke warung ini, pertama waktu masih di jalan Legian (sekarang sudah tutup) alasanya karena tidak sesuai dengan konsep awal, sekarang warungnya pindah ke jalan Tengku Umar Denpasar (dekat lampu merah Tengku Umar – Danau Misol).

Sudah pada tahu kan siapa yang punya warung ini, njang poenja Bondan (Oey)narno (begitulah yang tertulis di daftar menunya)

Sebelumnya aku flash back dulu ke kunjungan pertama waktu warungnya masih di Legian.

Lokasinya sedikit sulit ditemukan karena terjepit dikeramaian Legian, begitu masuk, jujur aja aku kecewa. Suasananya terlihat kusam dan sumpek dan menu makananya juga standar banget. Waktu itu aku pesan Spaghetti Tuna, Pisang Goreng, Ice Lemon Tea dan Vietnames Drip, seperti yang tadi aku bilang menunya standart jadi tidak perlu diceitakan lebih lanjut, next

Kunjugan kedua awal November kemarin, setelah aku dapat kabar kalau warungnya pindah ke Denpasar. Aku datang setelah selesai makan malam di tempat lain jadi aku hanya memesan Koffie Item-Kental Italia, Wiener Melange (espresso + vanilla ice cream) dan Singkong Sambal Roa (berbahan dasar Ikan Roa yang katanya hanya ada di Manado) karena baru pertama sekali jadi gak bisa kasih komentar tapi gorengan singkongnya maknyusss…🙂

Setelah ngobrol sama pelayannya, baru tahu kalau salah satu alasan warungnya pindah dari Legian karena konsepnya tidak sesuai dengan yang Pak Bondan mau. Waktu di Legian itu marketnya banyak orang bule jadi menunya juga lebih ke barat-baratan, sementara njang poenja toko maunya lebih ke makanan lokal/tradisonal seperti yang sekarang tersedia di warung Kopitiam Oey Denpasar ini.

Kalau tidak percaya, nih aku kasih beberapa menunya ya

  • Roti Taloea Boekittinggi
  • Sego Ireng (Nasi Item)
  • Boeboer Kambing Pekalongan
  • Selat Solo+Nasi Poetih
  • Soto Tangkar Pipi Sapi+Nasi Poetih
  • Loempia Oedang Goenoengsari
  • Boeboer Injin a la Mode
  • Wedang Oewoeh Imogiri
  • Ijs Tjingtjao Djahe Tjikini

(begitulah yang tertulis di menu, bikin lidah belipet)

Menu-menu umum juga masih ada seperti

  • Spaghetti Toena Pedas
  • Fish & Chips
  • Cheese Burger
  • Roast Beef Panini
  • Kwitiauw Goreng
  • Nasi Goreng Ajam/Ikan Asin/Kambing
  • dll

Makanan tradisional unik diatas tadi yang bikin aku jadi kepingin datang lagi, dan menu makan siangku hari ini adalah Roti Taloea Boekittinggi, Mi Kepiting Pontianak, Ijs Teh Mint Maroko dan ditutup oleh Koffie Indotjina.

Aku sengaja memilih makanan yang di belakangnya ada embel-embel daerah, seperti yang pernah aku tulis disebelumnya disini, aku memang berharap kalau makanan tradisional Indonesia (yang luar biasa banyaknya) bisa lebih mendunia, bisa masuk dalam daftar menu restoran hotel 5*, setidaknya bisa menyamai popularitas Tom Yam, Vietnamese Spring Rolls atau Penang Laksa.

Dan untuk mewujudkan itu maka aku harus lebih sering mencari dan mencoba makanan daerah yang memang belum pernah aku makan, siapa tahu besok-besok aku bisa usulkan dan masuk dalam daftar menu di tempat aku kerja. Setuju.

Mi Kepiting Pontianak

Penampilannya hampir sama dengan mi ayam yang biasa aku makan, plus 2 baso kepiting, suir-suir daging kepiting dan 3 biji capit kepiting. Setelah difoto beberapa kali maka aku mulai menyiapkan kuda-kuda dan jurus untuk   mempertajam indra perasa.

Seperti apa rasanya? Aku cuma bisa bilang makan Mi Pontianak ini nyaman banget, rasanya gak macem-macem, pokoknya tuang kuah kaldu tambahkan saos cabe aduk-aduk setelah itu makan, gak sampai 5 menit selesai, happy ending.

Hanya capit kepitingnya saja yang kurang berasa, tapi sama sekali tidak mengurangi nilai keseluruhan dari Mi Kepiting Pontianak ini.

Roti Taloea Boekittinggi

(ternyata) Roti bakar dan telur setengah matang yang ditempatkan terpisah dalam mangkok kecil, menurut si pelayan cara makannya roti dicocol-cocolin ke telur tersebut baru dimakan. Tapi karena kurang puas maka aku sekalian aja mengkombinasikan mencocol dan mengoles telur ke atas roti.

Karena penasaran maka aku cari tahu lebih jauh tentang telur Bukittinggi ini, dan menemukan artikel ini yang ternyata ditulis juga oleh njang poenja toko🙂 ternyata memang bener cara makanya memang dicocol-cocolin.

Telur setengah matangnya sama sekali gak amis, cocok banget buat sarapan (emang menu sarapan, aku aja yang pesan waktu makan siang).

Hanya (tetap ada) kenikmatan telur tersebut terusik dengan hadirnya …

ya, Anda betul, ada cangkang telurnya juga. Entah karena kesalahan atau memang termasuk dalam resep rahasia.

Mungkin lain kali aku pesan tanpa cangkang, lebih enak pastinya🙂

In over all, dari semua yang pernah aku pesan di Kopitiam Oey, yang paling mantap itu adalah kopinya. Kopinya asli ngeganjal mata banget, rasanya kopinya juga konsisten, tiga kali mesan, kualitasnya tidak berubah, TOP.

Hanya saja (masih ada) setiap kali pesan kopi (yang kopi banget) aku gak pernah dikasih air putih, menurut aku dengan kopi yang sepekat itu sebaiknya ada air putih buat membantu membersihkan lidah.

That’s all, perjalanan makan siang hari ini, kapan-kapan aku balik lagi dan mencoba makanan-makanan unik lainnya.

Happy Sunday

22 responses

  1. Ping-balik: Peluang Usaha Produksi Cookies Ikan Sapu Sapu | Ide Peluang Usaha Peluang Bisnis Usaha Sampingan Terbaru

  2. Ping-balik: MASAKAN INDONESIA YANG MUDAH >> Blog Makanan & Minuman Enak | Yulissamoa.Com

  3. baru juga malam minggu saya dan jf ke kopitiam Taman Mall Anggrek-Jkt, pesan roti bakar,minumnya Iced Milo Dinosour , yummpy deh toppingnya Milo bubuk 3 sendok …Jf pesan Teh Tarik …boleh dong Ann kapan2 cerita ttg aneka Teh tarik karena partner saya itu di resto manapun kalau di daftar menu ada teh tarik pasti dicobainnya

  4. thx atas ulasan kopitiam nya, temen2 kantorudh pernah ngajak tapi have no idea tempat apaan dan masakan apaan. Sekarang jadi tahu deh…hmmm …jadi mau mampir nih…

  5. Pak, lampu merah teuku umar-danau misol itu dimana❓ keknya yang ada lampu merah teuku umar-pulau misol/betanta😆 wah dekat tempat kerjaku dong. Kapan-kapan mampir ah untuk menikmati kopi yang maknyosss seperti promosinya sampean😛
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  6. alaamkkkk…. blogmu mas ann, selalu “menyakiti” hati dan perutku, wkakakakaka…. T_T kapan bisa makan gituan ya…

    di Bali lengkap aja, sampe bisa nemu makanan daerah lain, fiuhhh… mantep dah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s