Secangkir Teh dan Scone

Berawal dari suatu sore ketika Anna Maria Stanhope (Duchess of Bedford) meminta kepada pelayan untuk membawakan secangkir teh dan roti untuknya. Satu kebiasaan yang terus dia lakukan setiap sore termasuk ketika dia mengundang teman-temannya untuk datang kerumahnya sore hari maka yang disajikan adalah secangkir teh dan roti.

Sebuah tradisi yang sampai sekarang masih terus berlanjut dan dikenal dengan Afternoon Tea atau High Tea.

Tradisi minum teh ini memang pertama sekali dikenal di Inggris dan kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Amerika.

Ada perbedaan pengertian ‘high tea’ di Inggris dan di Amerika termasuk beberapa negara lain.

Di Inggris dikenal dua istilah Low Tea dan High Tea.

Low Tea biasa juga dengan sebutan afternoon tea adalah jamuan minum teh dan makan ringan pada sore hari  antara pukul 16.00 – 18.00.

Istilah Low Tea sendiri dipakai lebih karena meja yang dipakai untuk menyajikan hidangan tersebut diletakkan diatas low side table (seperti meja pada ruang tamu saat ini).

Sedangkan High Tea atau biasa disebut juga dengan “meat” tea, lebih kepada sebuah hidangan untuk ‘golongan pekerja’ ketika mereka kembali kerumah setelah bekerja seharian, hidangan tersebut disajikan di atas meja makan.

Kata “meat” tea dipakai karena makanan yang disajikan tidak hanya sekedar makanan ringan tetapi juga termasuk daging, sosis dan makanan berat lainnya.

Di Amerika (dan beberapa negara lain) jarang atau bahkan tidak pernah mengenal istilah low tea atau “meat” tea, lebih sering menggunakan istilah afternoon tea atau high tea. Dimana pemilihan kata “high” lebih terkesan formal dan sama sekali tidak ada hubungan dengan meja yang digunakan.

Selain dari perbedaan penyebutan low tea (Inggris) dan high tea (Amerika), menu yang disajikan bisa dikatakan sama.

Jenis menu yang disajikan terdiri dari:

  • Cream Tea – Tea, scone, jam dan cream
  • Light Tea – Tea, scone dan sweets
  • Full Tea – Tea, savories, scone, sweet and dessert

Istilah cream tea, juga sering disalahartikan menjadi teh dengan krim, padahal istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan teh +  scone dan cream. Seperti diketahui teh hitam sebainya dicampur denga susu bukan krim, agar rasa teh tersebut tidak berkurang. Selain mencampur dengan susu, irisan lemon juga sering dicelupkan pada teh ntuk menambahkan rasa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15. 37

“Enjoy your Earl Grey and Strawberry Scone, Ann”

17 responses

  1. Ehem, bukankah teh kalo dicampur dengan susu, fungsi kedua cairan itu akan hilang? maksud saya, kandungan nutrisi susu dan teh sama2 berkurang, jadi rasanya percuma minum teh susu, karena manfaat yang didapat kurang maksimal.😀
    Enak sih memang enak di lidah, tapi manfaatnya bagi tubuh.. gimana ya?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s