Mobile Number

Meskipun aku tidak mau disebut terlalu bergantung kepada ponsel tapi memiliki ponsel yang selalu aktif sepanjang hari memang menjadi keharusan.

Tidak penting merk ponsel apa dan fasilitas tambahan yang ada, yang penting bisa menelfon, ditelfon, mengirim dan menerima pesan singkat.

Yang terpenting buat aku adalah nomor ponsel itu sendiri, nomor ponsel itu seperti nomor identitas, nomor yang bisa menghubungkan aku dengan orang lain setiap saat.

Karena itu aku cukup setia dengan nomor yang aku punya. Aku bersyukur kalau aku belum pernah sekalipun kehilangan ponsel, tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku selalu bermasalah dengan SIM card.

Ketika baru kembali ke Indonesia sekitar tahun 2002 aku pakai pro XL, harganya masih ratusan ribu dan nomor itu terus aku pakai sampai November 2009. Waktu itu tiba-tiba saja SIM card nya tidak bisa berfungsi, meskipun beberapa teman menyarankan untuk mendatangi XL center dan mengganti kartu baru dengan nomor yang sama, tapi saat itu aku lebih memilih mengganti dengan nomor yang baru.

Hari Senin kemarin, SIM card kembali bermasalah yang muncul dilayar “Insert SIM” dan masih terus muncul kalimat tersebut meskipun beberapa kali dicoba di ponselku ataupun di ponsel yang lain.  Dan sama sekali tidak ada masalah dengan memasukkan SIM card lain di ponsel ku.

Jadi permasalahannya memang ada di SIM card ku saat ini.

Kali ini sepertinya aku memilih untuk tidak begitu saja menggantinya dengan nomor baru dan mau tidak mau aku harus ke XL center, mengganti SIM card dengan mempertahankan nomor yang sama.

Ada beberapa alasan, yang pasti karena kesetianku dengan menganggap nomor ponsel adalah nomor identitas.

Kedua, aku sering merasa kurang nyaman dengan teman atau orang yang selalu berganti-ganti nomor telfon atau memiliki banyak nomor, menurutku hal ini sedikit merepotkan ketika ingin menghubungi mereka.

Alasan terakhir, selama ini beberapa tamu, calon tamu, partner, supplier, teman dan juga kolega yang selama ini selalu terhubung dengan aku melalui nomor ponsel tersebut dan aku tidak mau memberikan rasa ketidak nyamanan buat mereka dengan pergantian nomor ponselku.

Sebenarnya kemarin aku mau langsung ke XL center karena kebetulan aku memang harus melakukan pekerjaan di luar kantor tapi sayangnya sama sekali tidak bisa menyempatkan diri untuk ke XL center dan lengkaplah selama sehari aku terputus hubungan dengan dunia luar.

Rasanya aneh dan tidak nyaman, terkesan berlebihan, tapi pada kenyataannya ya seperti itu.

Pagi ini hal pertama yang aku lakukan adalah melunjur ke XL center dan ternyata tidak memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikan permasalahannya, hanya kurang dari 15 menit.

Penyebab tidak berfungsinya SIM card bisanya ada tiga, fisik kartu rusak (bengkok) akibat pernah jatuh, sering melepas dan memasang kartu dan terakhir terlalu sering / lama dipakai on line (internet) sehingga kartu jadi panas.

Melihat ketiga penyebab diatas sepertinya  kartuku bermasalah karena alasan ketiga terlalu serng dipakai on line, meskipun sebenarnya alasan itu tidak bisa aku terima sepenuhnya.

Tapi sudahlah, yang terpenting hari ini aku sudah kembali terhubung dengan dunia, tanpa mengeluarkan biaya sepersen pun.

Kalimat terakhir dari pegawai customer service sesaat sebelum aku pergi sangat berkesan dan mengena buat aku.

“Selamat pagi dan selamat beraktifitas kembali”

10 responses

  1. saya juga termasuk yang setia, tidak suka ganti2, pernah 1 nomor itu bertahan selama 10tahun, karena satu hal baru pindah ke lain hati, dan tetap setia lagi sampai sekarang hehehe …
    soal ga apal nomor ponsel, saya pernah tuh begitu, tapi sekarang nomor sendiri ikut di save di phone book😛

  2. alhamdulillah, masalah akhirnya sudah terselesaikan ya Ann🙂
    jadi bisa kembali berhubungan kembali dgn orang2 yg memang sering dihubungi atau menghubungi dirimu .
    bunda juga sama dgnmu, paling malas gonta ganti nomor hape🙂
    salam

  3. Bener mas, kebetulan kita berada di naungan provider yang sama… saya dulu sempet ilang hape, tapi untungnya bisa diganti dengan nomor yang sama, meskipun saya sudah ke US dan Brunei, tetap, saya pertahankan masa tenggangnya dg minta ke keluarga agar nomor saya diisi meskipun hanya 5 ribu setiap bulan,😀

    Hasilnya? Banyak teman,dan dosen yang tiba-tiba sms atau telpon yang intinya: saya kewalahan cari kontak anak-anak karena sudah pada ganti, tapi cuma kamu yang saya bisa hubungi! Hahhahaha… Nice!

  4. Aku sebetulnya setia dgn nmr hp-ku. Tp kalo udah dpt “teror” dan mengganggu sekali, meski si penelepon udah dikasih peringatan, rasa2nya mendingan ganti nmr.

  5. Walah, alasan karena terlalu banyak online itu aneh.😦
    Bukankah dengan kartu SIM terpasang di dekat batere hape aja udah memberi suhu tinggi? Udah panas kan, dengan gitu aja? Jadi, saya rasa gak masuk akal… Biasanya letak kartu SIM berdekatan dengan batere, ‘kan? Dan batere hape pasti mengeluarkan suhu yang kadang rendah kadang tinggi.

  6. Wahh sama berarti pak Ann saya juga orang yang setia dengan dan memiliki “ketergantungan” dengan nomer HP:mrgreen:

    btw klo alasan saya ganti nomer HP gara-gara kehilangan (beberapa kali:mrgreen: )

    salam kenal ya Pak Ann😛

  7. wah…bro…kita berada di 2 kutub yang berbeda nih. Saya sering banget dimarahin teman2 karena kebiasaan gonta ganti nomor. Awalnya sih karena beberapa kali kehilangan nomor telpon, akhirnya pakai nomor pasca bayar. Karena sesuatu hal akhirnya saya putuskan pakai prabayar dan sejak itu melanglang buana dengan berganti operator….hehehehehe….piss ah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s