Master Chef Indonesia

Sabtu kemarin selesai nonton Master Chef Indonesia di RCTI rasanya langsung mau nulis di blog ini tapi berhubung hari Minggu juga ada jadi ditunda dulu sampai selesai melihat episode di hari Minggu.

Bagaimana dengan kalian sudah lihat acara pencarian bakat terbaru di RCTI ini?

Setelah aku  lihat 2 kali sebenarnya masih terlalu awal untuk memberi penilaian tapi sepertinya tidak akan jauh berbeda dengan acara pencarian bakat yang sudah pernah ada, too much drama. Kenapa ya acara semacam ini harus dibuat seragam; tipe juri dan komentar-komentar mereka, tahap eliminasi yang dibuat mencekam dan tentunya air mata para peserta yang harus dipulangkan.

Khusus untuk acara Master Chef Indonesia ini adegan tangi- tangisan sepertinya gak perlu banget, apa yang ditangisi coba?

Kalau pencarian bakat yang lain seperti Idol atau Talent, masih bisa dimaklumi karena pesertanya memang berharap dengan terpilih menjadi pemenang maka jalan untuk menjadi penyanyi atau penghibur semakin mudah.

Sedangkan peserta Master Chef Indonesia semuanya merupakan orang awam yang bekerja dibidang lain, bukan juru masak profesional jadi seandainya mereka menjadi pemenang sepertinya tidak mungkin dengan begitu saja diterima menjadi chef di restoran atau hotel bebintang jadi kenapa harus stress dan menangis.

Kalaupun dieliminasi bukan berarti akhir dari segalannya dan sama sekali tidak ada beban profesi buat mereka.

Lain cerita kalau acara kompetisi ini sepertii Iron Chef atau kompetisi sejenis yang pesertanya koki profesional dan mengatasnamakan perusahaan tempat bekerja, nama baik dan gengsi pribadi / perusahaan harus dijaga, dipertahankan dan dipertaruhkan.

Selain drama yang terlalu berlebihan satu hal lagi yang agak mengecewakan adalah pembahasan tentang makanan sama sekali tidak ada bahkan tampilan dari masakan para peserta juga tidak diperlihatkan secara keseluruhan. Sekali lagi mungkin karena produser Master Chef Indonesia lebih fokus kesisi drama jadi tips masak dan makanan tidak terlalu penting.

Menurutku seandainya tips masak dan makanan ini ada disetiap tayangan penonton juga akan merasa lebih tertarik untuk menonton setiap episode Master Chef Indonesia, apalagi kalau dilihat Master Chef Indonesia ini berbeda dengan Idol yang melibatkan pemirsa melalui SMS, disini pemirsa hanya bisa menonton tanpa ikut terlibat.

Bahkan ketika aku membuka masterchefindonesia.com juga tidak ada informasi apa-apa selain keterangan bahwa pendaftaran peserta sudah berakhir.

Bukankah lebih baik jika seandainya website tersebut diperbaharui dengan resep-resep masakan peserta atau setidaknya profil peserta atau mungkin profil para juri (selain Ririn Marinka yang sudah cukup sering tampil di TV), Juno Rorimpandey dan Vindex Tangker, paling tidak penonton tahu latar belakang juri Master Chef Indonesia, dan kalau seandainya kesal dengan komentar mereka di TV, bisa langsung datang ke restoran mereka, pesan makan dan kemudian complain dengan rasa masakannya🙂

Kesimpulannya aku masih berharap Master Chef Indonesia bisa tampil beda dari acara pencarian bakat yang lain dengan menghilangkan drama-drama yang gak penting dan bisa lebih mendidik dan memperkaya pengetahuan penonton khususnya dibidang kuliner.

Tapi kalau masih tetap mempertahankan drama dan airmata mending judul acaranya diganti menjadi program “Indonesia Mencari Bintang Kecap Manis ” (bukankah biasanya pemenang acara seperti ini akan berakhir dengan tawaran kontrak bintang iklan atau pembawa acara).

35 responses

  1. …jauh lebih baik allezcruisine (sayang jam tayangnya kepagian!haha) atau TV champion pas masak2 gitu!lebih fair penjuriannya ama proses masaknya dijelasin. lha ini lebih banyak testimoni daripada adegan masaknya!acara masak apa acara curhat to???

  2. saya ga tau kenapa kurang sreg dgn kemasan Masterchef Indonesia,lebih cocok dengan Masterchef Australia yg lebih proporsional menyajikan acara masak dan drama nya sekaligus. Kalo memang acara M Indonesia bener2 ngikutin yg diluar,biasanya ada sesi masterclass yg menyajikan tips2 cara memasak yg baik.

  3. @kakaakin org laki2 itu namanya albie
    peserta master chef itu nangis mungkin karena sedih atau udah usaha bgt tpi ga di hargain sama chef masternya(mungkin perkiraan perasaan mereka),tpi sebenernya para chef master tsb gak galak2 amat kok cmn kalo menurut aq sih itu mendidik bgt disiplin dan keras,kalo aq udah biasa di gituin karena ilmu yg aq dpt pertama2 awalnya aq gak bisa jdi bisa itu semua di didik seperti omongan pedas chef master juna🙂

  4. hahahaha…..di awal episode nih acara lebay bgt, apalagi chef Juna yg stick banget sama masakan yg gak mateng, meskipun cuma kacang panjang. trus cara ngomong pake ngangkat dagu segala. tapi setelah nonton episode2 selanjutnya, ada juga kok trick masak dari para juri, waktu itu dari chef Juna juga (tips motong ayam jadi 8 bagian sama ngupas udang). trus jadi penasaran deh sama tips2 lainnya. Kalo masalah nangis2nya sih, jujur saya juga gak suka. tapi seneng aja lihat studio yg keren abis itu. hehehehe…piss

  5. Cookingnya kurang di-explore, harusnya chef2 juri bisa memberi tips2 masak k pemirsa, atau bisa juga ditampilkan resep terbaik dari kontestan… Nanggung banget, cooking cuma sbg bungkus saja, dramanya juga ga seberapa nyantol.. Hehe jadi curcol.

  6. bisik bisik di belakang dari teman yang pengen ikut acara ini, mereka sudah karantina di depan 4 bulan, jadi tangis tangisan itu bisa jadi muncul karena sudah bersama 4 bulan sebelumnya tanpa ketemu keluarga. Pinter juga ngemasnya. Kayak bikin sinetron, bukan kompetisi, hihi..

  7. Betul mas jadinya acara seperti ini malah terkesan alay dan sudah di sett sedemikian rupa …. terkadang bingung yang dicari dari acara seperti ini apa … kalau diperhatikan lebih banyak dramanya

  8. Hahhahaa… ini acara yang kata putri, mas2 berotot nangis, wkakakaak.. aku belum pernah nonton mas… jamans ekarang kalo gak lebay gak laku kali ya mas… tapi malah hilang esensi acara masaknya sendiri…

  9. aku belum pernah nonton sih. oh gitu yah? drama banget berarti -.-‘
    aku lebih suka acara yg waktu itu di indosiar, tp lupa namanya, tentang chef juga, kalo itu chef dari hotel2 terkenal. nah, itu baru saya suka. hehhe

    • Kalau lihat kemampuan pesertanya juga gak kalah kok kreasi masakannya, cuma itu tadi sepertinya produser acara lebih menonjolkan sisi drama daripada masakan.

    • yg dulu tu judulx allezcuisine. keren bgt.
      tp masterchef lmyn lah. dijelasin jg kok latar belakang jurix. agak telat kali nontonx.

      aq cm agak kcewa kmrn, knapa bukan marcella yg kluar. pdhl dia jelas2 lebih kaco😀

  10. iya Ann, kenapa sih hrs kayak sinetron gitu ya?
    padahal acara Master Chef di negara lain, gak perlu kayak gituh lho,dan tetap menarik utk ditonton.
    apalagi lihat yg badannya besar berotot pakai airmata segala ..😦
    salam

  11. Sebelum lupa .. saya lebih suka acara yang dulu ada di Indosiar .. Allez Cuisine .. dalam waktu 1 jam dalam waktu 1 jam harus menyajikan 3 masakan (makanan pembuka , utama dan penutup) dari 2 chef yang mewakili resto/hotelnya .. ada resepnya juga … dan lebih bikin jantungan apalagi jika pas nonton yg live … untuk masuk hall of fame harus menang 10 kali berturut2 dgn berbagai bahan tantangan ..no drama ..only competition

  12. hi hi hi … aku baru baca ttg ini di koran Tempo edisi 8.5.2011 .. dan untung belum sempet nonton…kalo benar spt kata Ann .. wah udah wasting time dong aku nonton acara gak mutu🙂

    Vinde adalah Executive Chef Hotel Four Season dan sudah berkecimpung di dunia kuliner sejak 1989.

    Juna ahli sushi yang sudah 14 tahun malangmelintang di berbagai restoran di Houston, Texas , Amerika Serikat.

    Rinrin adalah lulusan de Cordon Blue di Sydney, Australia.

    • Juri2nya sudah tahu, kecuali Juna yang masih baru balik ke Indonesia, dan melihat kemampuan dari para juri makanya aku meletakkan harapannya yang tinggi dengan acara ini.
      Cuma ternyata mereka lebih mengikut kemauan produser untuk jadi ‘pemain sinetron’

  13. Haha… *ngakak dulu*
    Saya hanya melihat tayangan ini secara sepintas2 saja. Kebetulan yang saya lihat pada bagian seorang peserta laki2 menangis saat keluarganya datang.
    Penting gak sih? Jadi mirip acara idola cilik yang keluarganya sering didatangkan untuk menarik simpati pemirsa😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s