You Smile, I Buy

Kalau ditanya kepada teman-temanku tentang kesan pertama kenal denganku apakah aku orang yang ramah? (mungkin) jawabanya adalah tidak.

Aku hargai jawaban dari mereka, meskipun sebenarnya tidak sepenuhnya bisa aku terima🙂 karena yang benar adalah aku pendiam dan jarang ngomong jadi kebanyakan orang yang pertama sekali ketemu mengganggap sombong dan tidak ramah.

Bicara tentang keramahan salah satu cirinya adalah senyum dan untuk masalah senyum rasanya aku lumayan rajin berbagi senyuman malah ada orang yang menilai aku seperti ini

“Nih, orang jarang ngomong cuma senyum-senyum doang, gila kali ya”. 

Sekali lagi aku menghargai pendapat mereka tentang aku.

Sejauh ini berarti kalian semakin mengenal kepribadiAnn;

bisa masak, pendiam, murah senyum dan sabar😀

Ngomongin tentang senyum semua tahu dan pasti setuju kalau senyum adalah hal termudah untuk dibagi dan tidak akan pernah membuat rugi.

Apalagi buat aku yang kerja di hotel yang memang harus setiap saat harus tersenyum, di beberapa blog sahabat yang pernah menulis tentang ‘senyum‘ aku selalu memberikan komentar ‘Aku dibayar untuk tersenyum’.

Bukan hanya pekerja hotel saja, penjaga toko atau pedagan apapun kalau ramah dan melayani dengan senyuman pasti tokonya ramai daripada toko dengan penjaga toko yang tidak perduli dengan orang yang datang.

Restoran atau warung mungkin sedikit berbeda, terkadang karena rasa makanan yang enak dan pas di lidah membuat kita masih mau untuk kembali lagi meskipun pelayanannya tidak baik, tapi dijamin warungnya tidak akan bertahan lama.

Rumah sakit juga seharusnya ramah dengan para pasien. Cerita tentang pentingnya pelayanan rumah sakit dan dokter ada di buku Secangkir Kopi Untuk Sahabat Customer – Cyltamia Irawaan, tentang kenapa beberapa orang Indonesia memilih berobat ke Singapura padahal dokter dan fasilitas yang dibutuhkan tersedia di Jakarta.

Apalagi untuk toko peralatan elektronik, laptop atau HP yang ada di mall atau di satu kawasan yang memang dipenuhi dengan toko yang menjual barang-barang sejenis. Ketika masing-masing toko menawarkan produk, harga, garansi service dan kenyamanan suasana yang sama, apalagi yang bisa menjadi andalan kalau bukan senyum dan keramahan penjaga toko.

Jadi terima kasih untuk si Mbak penjaga toko kemarin yang ramah dan terus tersenyum sampai akhirnya aku rela dan ikhlas menukar beberapa lembar rupiah di kantongku dengan sebuah Samsung Galaxy.

Buat pemilik toko sebelah, semini apapun seragam yang dipakai penjaga toko Anda dan setebal apapun make-up mereka tidak akan ada gunanya kalau mereka jarang tersenyum dan menyapa calon pembeli.

Buat Steve Jobs, maaf kali ini aku berpaling karena (harga) iPhone tidak ramah untukku.

satu…dua…tiga…

senyum…

24 responses

  1. Hihihihihi… aku pernah tuh, sengaja pilih pelayan SE yang cantik banget… >,< heheheheh… niatnya emang beli hape, tapi sambil milih dilayani siapa kan boleh… *halah alesyan!

    mas ann, senyumnya… senyum seorang ayah, hahahahaha…

  2. memang senyum itu mudah dilakukan namun orang seperti saya kayaknya rada susah untuk senyum2. Bolak balik diingatkan sama istri…untuk belajar senyum…terus… hehehehe…

  3. Saya termasuk yang pendim, pemalu, dan agak susah senyum mas. Tapi itu duluuuuuu…. saya sekarang sudah sedikit berubah. Ternyata senyum dibutuhkan sekali dalam bersosialisasi. Dan buktinya saya juga kalau lg shopping, pasti saya lebih suka sama toko yang pelayannya ramah dan murah senyum🙂.

  4. bener banget tuh…
    senyum itu ampuh lho. sayang nya banyak orang yang males senyum. padahal apa susahnya ya senyum. selain membuat hati jadi senang, juga membuat hati orang lain jadi senang kalo ngeliat kita tersenyum.🙂

  5. jiaaah narsis juga dia hahahaha
    betoooooool sekali, emang senyum itu menjadi andalan deh buat penjual jasa seperti kami ini
    pelit senyum sepilah dagangan xixixi

  6. jadi ceritanya hanya karena sebuah senyum tergiur untuk sebuah samsung hahahaha …. tapi terkadang pula sebuah senyuman bisa membutakan seseorang untuk bisa mengetahui lebih dalam sifat asli seseorang karena sudah terbius oleh sebuah senyum yang manis …. tapi jujur dengan sebuah senyuman bisa membuat seangkuh apapun bisa bertekuk lutut…

    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s