Berwisata Kuliner Bersama SaudarAnn

Sebut saja si Kakak dan si Abang.

Khusus untuk liburan kali ini memang kita berusaha untuk menyempatkan diri untuk bisa berwisata kuliner bersama, sesuatu yang belum pernah kita lakukan bertiga, yang pasti kendala utama adalah tempat tinggal kita yang memang berjauhan, Medan, Jakarta dan Bali.

Selalunya hanya berdua, aku dan si Kakak atau si Abang. Si Kakak dan si Abang, pokoknya kita belum pernah melakukannya bertiga.

Mungkin karena kesempatan untuk bertiga itu belum pernah terjadi maka seakan-akan menjadi sesuatu yang sangat spesial padahal belum tentu juga apalagi kalau dilihat kesukaan dan kebiasaan kita bertiga juga tidak sama dalam urusan kuliner.

Setahuku, si Kakak itu termasuk orang yang jarang masak dan males makan🙂 tapi entah kenapa dia rutin mengikuti perkembangan kuliner bahkan termasuk rajin mengumpulkan resep makanan dari majalah dan koran (tapi gak pernah dipraktekkan).

Si Kakak ini juga termasuk yang tidak terlalu suka mencoba sesuatu yang baru meski tidak menolak untuk diajak berwisata kuliner sekedar mencicipi, jadi untuk urusan selera sepertinya dia gak jauh-jauh dari Nasi Goreng dan Soto🙂

Kalau si Abang lain lagi, yang paling menonjol adalah keinginannya untuk mencoba sesuatu yang baru. Waktu aku menulis Food Hunting juga terinspirasi dari cerita dan pengalamannya.

Ketertarikan untuk mencoba sesuat yang baru juga dimudahkan karena dia cukup rutin untuk ditugaskan ke luar kota dan biasanya dia selalu menyempatkan diri untuk berwisata kuliner dan mencoba sesuatu yang baru.

Bagusnya, kalau dia menemukan makanan baru yang enak dan unik biasanya dia akan mencari resep dan kemudian (bareng istri) mencoba membuat masakan tersebut di rumah dan disajikan untul dicicipi eMak, jadi meskipun eMak tidak berwisata kuliner tapi beliau cukup mengikuti perkembangan kuliner gara-gara kebiasaan si Abang ini.

Bagaimana dengan Ann? Jujur (percaya atau tidak) aku bukan orang yang suka berwisata kuliner atau mencoba macam-macam restoran. Kalaupun aku pergi mengunjungi restoran baru sepertinya aku tidak terlalu ambil pusing dengan rasa makanan.

Perhatianku lebih kepada lay out dan interior restoran, pakaian seragan pegawai, design menu, piring, gelas dan peralatan yang dipakai, harga makanan, koleksi minuman dan tentunya pelayanan di restoran, kalaupun ada yang aku perhatikan di makanan tidak lain presentasi dari makan yang disajikan.

Jadi untuk urusan rasa makanan ada yang lebih ahli, saya akan minta ahlinya untuk membahasnya.

Seperti apa jadinya dan siapakah sang ahli cita rasa masakan?

Silahkan bersabar dan rajin-rajinlah berkunjung ke RestaurAnn😀

9 responses

  1. Aku suka wisata kuliner sejauh masakannya bener-bener bisa kumakan. Kalo kulinernya terbuat dari jeroan, misalnya, biarpun itu unik, aku nggak mau makan. Soalnya nggak suka jeroan.

  2. Jiaaaaaaaah………………
    pake episode bersambung pula
    udah kek cerbung aje😛

    ya udah deh , tak pantengin niy blog biar kaga mati penasaran hahahaha

    Happy Holiday, Ann!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s