WisatAnn: Sawah

Setelah melewatkan dua minggu libur di Jakarta dan Medan bukan berarti acara wisata berhenti sampai disitu saja. Mungkin ini salah satu keuntungan tinggal atau bekerja di Bali, setiap hari bisa berwisata.

Begitu banyak pilihan, wisata seni dan budaya, wisata alam sampai wisata dunia malam semua ada, tinggal pilih dengan selera.

Kali ini aku pilih wisata alam, tepatnya sawah.

Kunjungan yang pertama adalah Jatiluwih di Tabanan, ini kali pertama aku kesini, perjalanan sekitar 2 jam perjalanan dari Denpasar.

 

Hamparan sawah di Jatiluwih mirip dengan yang di Tegalalang di Ubud, persawahan bertingkat-tingkat.

 

Jenis beras yang dihasilkan Jatiluwih adalah beras merah (aku baru tahu kalau batang padi beras merah ternyata lebih tinggi dibanding padi biasa).

 

Seandainya Tabanan / Ubud terlalu jauh untuk dikunjungi karena keterbatasan waktu, mungkin Desa Budaya Kertalangu bisa jadi pilihan.

Tepatnya Desa Budaya Kertalangu ini berada di jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar, meskipun berada ditengah kota, kebisingan kota sama sekali tidak terdengar kalau sudah berada didalamnya.

Fasilitas di Desa Budaya Kertalangu juga lumayan lengkap, tempat makan, kolam pancing, spa dan beberapa toko lain.

Dan yang paling menarik adalah jalur jogging sepanjang 4 kilo yang memang dibuat ditengah-tengah hamparan persawahan, highly recommended.

 

 

Happy weekend…

 

 

 

11 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s