Berpuasa di RestaurAnn

Baru-baru ini aku sempat diminta oleh saudaraku untuk berbagi pengalamanku kerja di restoran ketika berpuasa. Katanya menarik untuk ditulis di blog, berbagi cerita buat orang-orang tentang suka duka pelayan yang sedang berpuasa.

Mungkin saudaraku itu merasa ada tantangan khusus buat mereka yang kerja di restoran yang terus-terusan melihat minuman dingin menyegarkan dan mencium aroma masakan dan dalam waktu bersamaan sedang berpuasa.

Padahal menurutku tidak ada yang khusus atau spesial, sepertinya masih banyak profesi lain yang tantangannya lebih berat  dan harus dijalani selama berpuasa ketimbang karyawan restoran.

Berhubung lagi tidak ada kerjaan penting yang harus diselesaikan dan tidak ada ide tulisan jadi aku coba saja memenuhi keinginan saudaraku tersebut dengan menjawabnya melalui tulisan di blog ini.

Kurang lebih pertanyaannya seperti ini

Seperti apa pengalaman berpuasa buat orang yang bekerja di restoran? 

Sama seperti orang lain yang berpuasa, kalau siang jam 12 sampai jam 3 mulai terasa lapar dan haus. Sebelum dan setelah itu ya biasa aja.

Kalau jam kerjanya lebih pendek atau sama seperti biasa?

Sama aja, cuma ya masih bisa diberi sedikit kebebasan untuk memilih jam kerja, mau masuk pagi atau sore.

Ada beberapa karyawan yang selama berpuasa minta shift kerja sore terutama yang yang masih muda-muda alasanya biar menghindar dari godaan dan memilih melewatkan pagi dan siangnya di atas kasur.

Sementara ada beberapa yang lainnya meminta shift pagi biasanya karyawan yang sudah berkeluarga biar malam bisa berbuka di rumah dan taraweh.

Terus kalau berbuka puasa pas waktu jam kerja?

Baca niat berbuka, minum air putih atau teh manis setelah itu lanjut makan di kantin.

Kalau kebetulan karyawannya banyak yang Muslim, berbukan dengan segelas air/teh di back area dan makan malam di kantin secara bergantian, sama seperti hari biasa.

Kalau karyawannya tidak terlalu banyak yang Muslim, bisa berbuka bersamaan di kantin sambil tukar-tukaran makanan.

Gak ada menu khusus dari perusahaan untuk karyawan yang berpuasa?

Hmm.. tergantung perusahaannya, kalau makanannya dari catering luar biasanya gak ada menu tambahan tapi kalau makanan kantin disediakan dari hotel kemungkinan ada, seperti bubur, kolak atau jajanan yang lain.

Tergantung kebijaksanan masing-masing perusahaan lah.

Ooo begitu ya?

Iya, tapi… buat karyawan restoran mungkin sedikir berbeda, yah pinter-pinterlah mendekati Chef atau karyawan dapur untuk berbagi jajanan yang ada di dapur atau bukan tidak mungkin si Chef berbaik hati membuat menu khusus untuk mereka yang berpuasa.

Terus kalau seandainya masuk shift pagi dan terus banyak tamu bule pakai bikini, kalau itu gimana?

Gimana apanya? Yah biarkan saja.

Tapi kan lagi puasa?

Yang puasa kan kita bukan mereka, lagian sudah tahu lagi puasa kenapa melototin orang yang pakai bikini?

Setidaknya mereka kan bisa menghormati yang sedang berpuasa?

Emang dia tahu kita lagi puasa, terus apa dia tahu puasa itu apa? Apa yang oleh dan tidak boleh selama berpuasa?

Aku sendiri aja sedang dan masih harus belajar lebih banyak lagi, gak terlalu pusing ngurusin orang lain.

Buatku salah satu tujuan puasa itu menahan hawa nafsu yang berpuasa, jadi kenapa harus memaksa orang yang tidak berpuasa untuk ikut-ikutan menahan hawa nafsu mereka.

Kalau memang niat berpuasanya benar, digoda dengan apa aja – mau bikini, aroma makanan atau sekedar foto ice cream – pasti tidak jadi masalah.

Terus bagaimana dengan RestaurAnn selama puasa nanti?

Yah tetap seperti biasa, menghayal sambil cari-cari ide, bersih-bersih halaman, jalan-jalan, masak, edit foto terus di posting di blog.

Seperti itulah jadi nanti tetap main ke RestaurAnn ya🙂

7 responses

  1. iyalah, bakal rajin ke sini kok, apalagi klo ada menu baru yg bisa dicontek😛

    puasa biasa ajalah.
    buatku juga biasa aja.
    malah geli liat yg serba sok ditutup2i,
    padahal ya di dalamnya ada orang makan, banyak malah.
    terus emang kenapa klo keliatan orang? malu?
    bukannya g keliatan manusia tp Tuhan tetep bisa liat😀

    godaan terbesar adalah di rumah buat saya
    2-2-an sama suami di rumah kan bahaya hahahaha *ganjen*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s