Pisang Bakar Medan

Sebelumnya aku sudah pernah nulis beberapa makanan Medan, Kerang Rebus Medan dan Sate Kerang Tanjung Balai. Dua makanan yang pasti aku cari kalau ada kesempatan pulang ke Medan.

Kali ini aku mau menulis lagi satu jajanan Medan, yang juga ‘wajib’ aku makan kalau pulang ke Medan dan sepertinya pas banget untuk dijadiin makanan berbuka puasa nanti, Pisang Bakar Medan.

Izinkan aku menambahkan kata Medan di belakang nama pisang bakar ini, mungkin hampir disetiap daerah pasti ada pisang bakar, tapi aku belum pernah ketemu pisang bakar yang sama seperti yang di Medan ini, makanya aku kasih nama pisang bakar Medan, tapi kalau seandainya ada di daerah lain, tidak usah dipermasalahkan ya.

Ngomongin pisang bakar Medan dan puasa aku teringat dengan kejadian beberapa tahun yang lalu, mungkin sekitar 8 tahun yang lalu, kali pertama aku bisa berlebaran lagi  di rumah setelah kerja.

Memang sejak selesai kuliah dan mulai kerja di hotel jadi sedikit sulit untuk bisa mendapatkan cuti panjang waktu lebaran, maklum musim liburan sama dengan kerja extra buat karyawan hotel jadi hanya dapat libur waktu lebaran 3-4 hari setelah itu kembali kerja lagi.

Ceritanya waktu itu aku sampai di Medan sudah lewat Maghrib, nyari taksi menuju rumah, sampai rumah cium tangan taruh tas dan sholat. Selesai sholat langsung ke meja makan, maklum lapar di pesawat tadi cuma berbuka dengan air putih. Cuma kok ada pisang bakar dimeja makan, agak aneh juga karena tidak biasanya eMak aku membeli jajanan untuk berbuka.

“Kok tumben Mak beli pisang bakar”

“Abangmu tadi yang beli, katanya kalau ke Medan kau pasti nyari pisang bakar”

Abangku membelikan pisang bakar khusus untukku? Semakin aneh aja, karena setahuku si Abang ini termasuk orang yang rada jarang dan malas bungkus-bungkus makanan.

Aku tidak tahu alasan si Abang membelikan pisang bakar untukku hari itu, entah apa karena dia kangen aku atau karena dia ingin menunjukkan kasih sayang sebuah keluarga atau mungkin aku saja yang terlalu berlebihan menaggapi sebungkus pisang bakar seharga lima ribu perak.

Tapi apapun alasan si Abang, buatku sebungkus pisang bakar itu merupakan satu dari banyak hal terindah yang pernah aku rasakan dan dibagi oleh saudara-saudaraku sampai saat ini. Thanks Kong…

Sayangnya sekarang ini, di Medan sendiri pun untuk mencari pisang bakar ini ternyata sedikit sulit, tidak terlalu banyak yang jual. Entah karena tidak banyak yang suka dan tidak laku, bahan susah dicari atau mahal atau kalah bersaing dengan pisang bakar keju dan meses (yang rasanya menurutku, biasa-biasa aja ) atau karena susah untuk membuatnya.

Kalau alasanya karena susah membuatnya sepertinya tidak, karena setelah dicoba membuat sendiri ternyata cukup mudah.

Bahan

  • Pisang kepok
  • Gula merah
  • Nangka potong kecil-kecil
  • Kelapa parut
  • Daun pandan

Cara membuatnya

  • Panasakan gula merah sampai mencair
  • Kecilkan api dan masukkan daun pandan dan potongan nangka kedalam gula merah, biarkan sampai gula mengental
  • Panggang pisang di kedua sisi sampai sedikit gosong, kemudian dijepit.

Cara penyajian

  • Potong pisang menjadi 4 bagian taburi kelapa parut dan tuang kuah gula merah diatasanya.

Oya aku jadi ingat Kakakin juga pernah menulis tentang pisang bakar ala Kalimantan, pisang gapit.

Kira-kira lebih enak yang mana ya? 

 

14 responses

  1. Pisangnya sma-sama dibakar, namun beda di saus/kuahnya ya…
    Berarti gula merahnya nggak perlu ditambah air ya…
    Hmm… berarti kalo kuahnya pake nangka, pastinya lebih wangi dan sedap jadinya ya…
    Ntar kalo saya bikin pisang gapit lagi, kuahnya pengen saya tambah nangka ah…😀

  2. aku juga suka pisang bakar ini … dan di medan kayaknya di bakar di arang … dan dijepit dengan 2 telanan yang ada kaitannya di ujungnya … ketika merantau rasanya dan bikin sendiri rasanya kurang mantap .. keknya karena tak sama alat penjepitnya hahahaha ….

    • Aslinya memang dibakar pakai arang tapi kalau dirumah terlalu repot kalau harus pakai arang.
      Yang spesial itu aroma nangka di kuah gak ada hubungan dengan jepit-jepitannya😀

  3. Aaarrrgghhh …
    Ngiler ….
    enak bener inih …
    sore-sore pula …
    ditambah teh panas manis …

    Uuhhhh … Dufan kelihatan dari sini saking nikmatnya …

    Salam Saya Ann

  4. waaduh, tambah manis lah iitu ya
    mana boleh aku manis2, klo kemanisan kan bisa jadi pait xixixi

    pisangnya ga dibakar pun cepat lewat tenggorokan, kek mana pula ditambahkan asesoris yg lezat2 itu hihihih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s