Mie Ayah

Menyambut pagi di teras depan rumah bersama seorang ayah dan putri dua setengah tahunnya.

“Ayah…maam”

“Mau makan, ya?”

“Maam..”

“Minta sama Ibuk di dalam ya”

“Maam.. me ayah”

“Kamu mau me ayah, ya”

“Ya, me ayah”

Dalam hati aku bertanya me apaan itu?

Apakah ada me instant baru cap Ayah?

Ternyata me ayah hanya berupa olahan spaghetti, bawang putih digiling halus dan kecap dan diatasnya ditaburi telur orak arik.

Sederhana dan dari segi rasa juga biasa-biasa aja.

Me ayah menjadi luar biasa karena ayah yang memasaknya, bukan ibu atau nenek (meskipun kalau mereka yang memasak rasanya akan jauh lebih enak) tapi nikmat tidak selalu hanya dari lidah juga bisa dari hati dan pasti lebih punya arti.

13 responses

  1. Ping-balik: Hari Pertama | RestaurAnn

  2. seperti saya yang takkan pernah lupa rasa telur dadar ayah😀
    *telur campur tepung biar tebel katanya*, pdahal klo bkin sendiri dan pake tepung tak enak pun ku rasa😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s