Air

Setuju kalau air minum dalam kemasan gelas memang cukup membantu dalam beberapa kegiatan; arisan di rumah, outing kantor, acara selamatan, pengajian atau mungkin saat ini acara berbuka puasa, tinggal beli beberapa kardus, susun di meja dan setelah selesai acara tinggal buang.

Tidak harus repot mencuci, mengelap dan menyimpan gelas.

Tapi pasti orang punya pendapat berbeda-beda tentang air minum dalam kemasan gelas ini, ada yang tidak suka dan menolak dengan alasan ini itu dan banyak juga yang tidak terlalu ambil pusing, yang penting tidak kehausan.

Buat orang yang teramat peduli atau para pencinta lingkungan jelas menolak dan berusaha untuk tidak menggunakan atau membeli air minum dalam kemasan gelas ini, dengan alasan sampah plastik gelas, sedotan dan pembungkus sedotan yang akan berserakan dimana-mana akan menambah rusak bumi.

Beberapa orang lainnya tidak terlalu suka dengan air kemasan gelas ini dengan alasan tidak puas,minum dengan menggunakan sedotan yang berdiameter kecil, katanya sama dengan mengurangi kenikmatan minum dan biasanya mereka akan merobek penutup gelas dan kemudian meminumnya sama seperti minum dari gelas kaca.

Hanya saja untuk merobek plastik penutup gelas tidak segampang kelihatannya butuh kesabaran dan trik sendiri kalau tidak mau air dalam gelas muncrat kemana-mana.

Kalau aku, yang berusaha untuk mencintai bumi tapi ternyata lumayan sering juga membeli air minum kemasan gelas (kalau ada acara kumpul-kumpul di rumah) dan tidak terlalu mempermasalahkan dan sama sekali tidak merasa terkurangi kenikmatan minum dengan menggunakan sedotan kecil, nyaman-nyaman saja.

Hanya ada satu hal yang paling tidak aku sukai dari air minum dalam kemasan ini…

selalu saja ada beberapa gelas minuman yang masih berisi setengah, dibiarkan dan ditinggal di pojokan begitu saja oleh pemiliknya.

Aku masih tidak mengerti kenapa air yang hanya beberapa mililiter dibiarkan begitu saja, kenapa tidak langsung dihabiskan, padahal hanya tinggal beberapa tegukkan saja, gak banyak kok dan sama sekali tidak ada efek sampingnya.

Gelas-gelas setengah kosong ini selalu dan pasti ada di setiap acara yang menyediakan air minuman dalam kemasan gelas, cobalah lihat sekitar dan buktikan sendiri.

Entahlah, aku cuma mikirnya gini, setidaknya kalau sudah ikut serta mengotori bumi dengan sampah plastik yah janganlah ditambah dengan ikut membuang-buang air juga.

Apa mungkin juga mereka sudah lupa kalau beberapa teguk air yang tersisa itu cukup berharga dan menggoda disaat puasa seperti saat ini…

11 responses

  1. malam bapak/ibu saya frenky ingin menawarkan mesin packaging buat air minum dalam bentuk cup , botol , dan galon bila bapak/ibu berminat bisa hubungi saya di no hp 081318550862 terima kasih.

  2. Menurutku kenapa air di gelas plastik tidak habis, itu karena klo gelas tak bisa dibawa2 dalam tas. Kadang ada orang yg memang sudah sangat kenyang jd ga dihabiskan. Kalau saya, saya gak suka dgn air gelas bgitu, soalnya gampang sekali pecah dan mo nusuk aja susah bener. Kalau botolan, baru saya suka…

  3. Sama deh. Setiap kali ada acara, selalu banyak gelas yang masih ada sisa airnya. Saya seringkali menuang air dari gelas2 itu ke dalam bak air tempat cuci piring. Insya Allah gak mubazir🙂
    Dan gelas plastiknya dikumpulin untuk diberikan ke pemulung…

  4. Aku juga di rumah kalo ada acara kumpul-kumpul lebih sering ngasih air mineral gelas. Daripada harus nyuci gelas atau cangkir seabrek-abrek. Tapi ya itu dia masalahnya, kalo airnya masih bersisa. Padahal aku udah berbuat baik juga: kalo airnya nggak abis, boleh dibawa pulang kok.🙂

  5. ih tos dulu lah kita
    aku pun suka kesal tuh liat yang kayak gitu
    mubazir kuadrat klo kata aku mah
    tapi gimana lagi, ga bisa pula kita paksa orang buat ngabisinnya kan.
    setidaknya kita mulai lah dari diri sendiri, jadi klo kami berdua pergi ya 1 gelas berdua, begitupun klo ada anak2, klo udah abis 1 baru buka lagi yg lain.
    semoga banyak yang semakin menyadari setelah membaca tulisan ini🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s