Lebaran Sudah Dekat

Salah satu tanda kalau lebaran sudah dekat biasanya meja dapur mulai dipenuhi dengan margarin, telur, tepung dan aneka macam bahan lainnya. Loyang dan cetakan kue yang selama ini tersimpan rapi dalam lemari juga ikut memenuhi meja dapur.

Aroma yang memenuhi dapur hanya ada satu; aroma kue yang baru saja matang dan dikeluarkan dari oven.

Tapi itu dulu, waktu aku masih kecil dan masih di Medan.

Seingatku, terakhir kali susana itu aku rasakan waktu aku masih SMA meskipun suasananya tidak semeriah ketika masih SD dan SMP, saat itupun kue-kue yang dimasak juga sudah tidak terlalu banyak, hanya beberapa kue yang memang menjadi favorit keluarga.

Beda dengan waktu aku masih SD dan SMP, saat itu aku masih sering terlibat langsung membantu apapun yang bisa aku buat, mulai dari sekedar mengoleskan kuning telur diatas adonan nastar atau menyusun kue-kue ke dalam toples, plus karena masih kecil dan puasa setengah hari jadi sering disuruh jadi juru cicip.

Beberapa tahun belakang ini aneka macam kue yang disusun diatas meja tidak lebih dari empat macam dan itupun bukan dimasak sendiri tapi beli dari toko atau tetangga yang kebetulan menerima pesanan kue lebaran.

Alasannya karena sudah tidak terlalu banyak lagi yang berkunjung bersilatulrahmi ke rumah.

Kalau dulu waktu aku, abang dan kakak masih sekolah dan kuliah masih banyak teman-teman yang berkunjung ke rumah bahkan harus digilir. Sekarang ketika semua sudah menikah dan berumahtangga yang berkunjung hanya dari kalangan keluarga dan saudara-saudara dekat saja dan biasanya lebih senang untuk sekalian makan siang atau makan malam, makannya kue-kue lebaran jarang disentuh.

Tapi tahun ini suasana itu kembali lagi, disini di Bali.

Masih lebih dari seminggu lagi tapi dapur kecilku sudah dipenuhi oleh bahan-bahan dan aroma kue yang ikut menambah godaan puasa.

Jangan berpikir kalau aku yang memasak kue, keinginan dan kemampuanku belum sampai disitu, yang sibuk memasak kue ini adalah si Nyonya rumah. Sebenarnya tidak biasa juga dia memasak kue-kue seperti ini tapi setelah tahu alasannya cukup sukses membuat aku tersentuh.

Kue-kue itu dimasak bukan buatku, bukan buat disini tapi untuk dikirim ke Mas di Surabaya karena disana gak ada yang masakin kue lebaran..

Adik yang baik…

Semoga kue nastar, kastengel dan kue kacang tanah ini bisa melengkapi lebaran tahun ini.

Semoga mereka senang dengan kiriman kue sederhana ini, sama seperti aku yang cukup gembira bisa kembali merasakan dan menuntaskan rindu dengan aroma dan suasana menjelang lebaran tiba.

12 responses

  1. Aroma kue itu wangi banget… saya baru pernah sekali saja bikin kue sendiri😀
    tapi… apakah bisa aman sampai ke tempat tujuan ya?
    Tempo hari waktu saya ngirim coklat, toplesnya ada yang pecah…

  2. tahun ini pun saya yg dari kecil ..selalu merasa “terpaksa” dalam keribetan pembuatan kue kering lebaran … harus berjibaku dgn tepung, telur, mixer dan gilingan adonan ..krn ira ku yg kecil kepengen bikin kue spt tetangga🙂 … alhasil hunting resep dan semerbak aroma kue dari oven memenuhi rumah mungil kami ..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s