Sesuatu

Tiap kali melintas di kawasan Kuta, selalu saja terpikir kenapa banyak sekali hotel-hotel baru yang sedang dibangun. Apakah jumlah kamar yang sudah ada saat ini masih kurang?

Sebenarnya bagus, karena makin banyak hotel baru itu berarti membuka lapangan kerja buat yang baru tamat sekolah atau memberi kesempatan buat yang mau merintis karir atau mencoba naik jabatan.

Tapi kira-kira siapa yang bakal mengisi kamar-kamar hotel itu? Apakah turis dari Jepang yang masih belum ‘sembuh’ dari bencana alam yang kemarin? atau orang-orang Eropah yang saat ini sedang krisis ekonomi?

Mungkin karena melihat kondisi ekonomi yang tidak terlalu baik dimana-mana, tren hotel juga jadi ikut berubah, tidak lagi selalu harus membangun dan menyediakan hotel berbintang atau villa tapi lebih menyediakan budget hotel, harga terjangkau, lokasi strategis dan suasana nyaman.

Dan yang paling mengganggu pikiran dengan makin banyaknya hotel yang dibangun itu tidak sejalan dengan penambahan atau perbaikan sarana dan infrastruktur untuk publik, contohnya jalan dan transportasi umum, dari awal 2000 sampai saat ini ya tetap saja gak banyak yang berubah, akhirnya ‘penyakit’ kota-kota besar di Indonesia juga tertular ke Bali, macet!

Satu kali aku sempat diingatkan oleh satu teman yang bilang “Ntar kalau kau cari staff jangan yang dari luar Bali, biar tidak tambah macet. Nanti dia datang ke Bali terus beli motor terus beberapa tahun lagi beli mobil, makin macet jadinya” dan teman yang mengingatkan aku ini bukan orang Bali asli tapi sama-sama dari Medan dan dia punya 1 mobil dan 2 motor di garasi rumahnya.

Restoran juga sama banyak yang baru, meskipun tidak terlalu terlihat dan tidak selalu membuka lahan baru. Beberapa hanya melakukan renovasi bangunan, merubah tampilan dan konsep atau bahkan sampai mengganti nama, hal biasa yang sering dilakukan di bisnis tempat makan, biar bisa tetap eksis dan memenuhi keinginan pelanggan yang memang selalu ingin mencoba sesuatu yang baru.

Setiap orang itu pasti punya kesukaan, punya makanan kesukaan dan punya tempat makan favorit entah itu karena makanannya yang pas dilidah, entah karena pelayanannya, mungkin juga karena suasananya atau mungkin karena punya kenangan indah dengan tempat itu karena jadi saksi beberapa moment penting dalam hidup.

Perubahan itu pasti, termasuk makanan dan selera, awalnya hanya ingin memenuhi rasa ingin tahu dan ternyata jadi jatuh cinta atau mungkin juga karena kondisi yang memaksa. Sesuatu yang dulunya sangat disukai kini sudah terlupakan.

Tapi perubahan saat ini tidak selamanya sanggup untuk melupakan sesuatu yang telah melekat dalam pikiran.

Magnum, Haagen Dazs atau gelato mungkin terasa nikmat saat ini tapi kenangan akan es krim keliling yang dulu selalu mangkal di depan sekolah tak akan pernah bisa terlupakan.

Sama seperti dengan blog RestaurAnn, yang dibiarkan begitu saja tak terurus -tanpa ada tulisan-tulisan baru- tapi bukan berarti dilupakan.

Ini cuma sesaat karena saat ini ada sesuatu yang baru yang sedang dinikmati.

11 responses

  1. Wah… berarti sesuatu yang baru itu rasanya juga enak ya..?? Sampai2 turut bisa mengalihkan perhatian dari blog iniπŸ˜€
    Ehm.. masalah infrastruktur sepertinya jadi pe-er yang berkepanjangan bagi (mungkin) semua daerah di Indonesia…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s