Lumpia…Lumpia…

Satu dari sedikit pedagang makanan keliling perumahanku ya itu, Mbok yang jual lumpia. Biasanya lewat depan rumah sekitar jam empat sore, jalan kaki sambil teriak “lumpia…lumpia…”

Tiga tahun tinggal di perumahan ini dan aku belum pernah sekalipun beli lumpia yang dia jual. Bukan kenapa-kenapa, cuma tampang si Mbok kurang meyakinkan.

Selain itu lumpia itukan enaknya dimakan hangat-hangat dan masih terasa garing. Nah kalau si Mbok jualannya keliling perumahan keluar masuk banyak gang, sepertinya lumpianya sudah gak hangat dan garing lagi.

Tapi hari Minggu sore kemarin si Mbok seperti biasa lewat depan rumah, entah kenapa sore itu teriakannya terdengar berbeda, sedikit menggoda jadi kepingin mencoba hanya saja sebagai pria aku gak boleh cepat terlena.

Yakinkan diri kalau aku bisa membuat lumpia dan dijamin rasanya pasti jauh lebih luar biasa.

Mari kita buat Lumpia Ayam Wijen atau Sesame Chicken Spring rolls.

 

Campuran ayam wijen sudah habis tapi kulit lumpia masih banyak, jangan khawatir masih bisa dimanfaatkan buat lain hari atau kalau mau sekalian aja bikin makanan penutupnya? Lumpia Pisang Mas.

Biar tampilannya berbeda Lumpia Pisang Mas ini dibentuk segitiga dan sekalian diganti namanya jadi Banana Samosa.

 

Kesimpulannya, maaf ya Mbok saya gak gampang tergoda.

 

10 responses

    • Kalau masak sendiri isi lumpia bisa ikut selera masing-masing orang mau diisiin apa saja tapi kalau beli ya beli yang isinya kita suka.
      Anyway, lumpia isi rebung? aku malah belum pernah coba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s