Keripik Pizza

Kebetulan kemarin ada yang cerita tentang pizza jadi keingin ikutan cerita pizza juga.

Dulu aku sempat suka dan rasanya bahagia sekali kalau ada yang bawain pizza atau diajak makan di pizza di Pizza Ut, cuma semakin sering makan disitu rasanya lama-lama jadi eneg, perut berasa gak nyaman aja kalau habis makan pizza dan sampai akhirnya yang namanya pizza di coret dari daftar makanan. Kalaupun ada yang terpaksa makan di Pizza Ut pilihannya kalau tidak pasta atau salad atau bruschetta – nah kalau bruschetta di Pizza Ut aku suka salah satu yang terbaik menurutku.

Ketidaksukaan dengan pizza akhirnya terhapus setelah aku sempat kerja di restoran Mediterranean yang salah satu menu andalannya adalah pizza.

Jadi ceritanya berawal dari kebiasaan barter antar karyawan depan dan belakang, bartender ngasih minuman ke belakang, cook ngasih makanan ke depan dan makanan yang paling sering dikasih adalah pizza, mungkin karena masaknya tidak terlalu repot, toppingnya bisa apa saja dan bisa dimakan rame-rame.

Tapi bukan karena itu alasannya aku jadi makan dan suka lagi dengan pizza, tapi karena pizza yang aku makan itu beda dengan pizza yang dulu aku makan di Pizza Ut. Saat itu aku baru sadar kalau selama ini pikiranku sudah diracuni sama Pizza Ut, bukan salah mereka sebanarnya juga aku aja yang gak melek, pizza tahunya cuma Pizza Ut doang.

Bedanya cuma di rotinya, yang satu tipis dan yang satunya tebal. Itu kalau menilai bedanya dari apa yang telihat tapi kalau penilaian dari yang dirasa lumayan terasa perbedaannya, lidah gak cuma dipuasakan dengan roti tapi juga bisa menikmati setiap topping yang dipilih, keju juga lebih terasa karena tebalnya hampir sama dengan tebal roti dan setelah selesai makan perut tetap nyaman dan gak merasa bersalah.

Jenis pizza yang tipis ini biasa disebut Italian pizza atau Roman pizza dan yang tebal disebut Pan pizza.

Biasanya pilihan pizza yang aku suka gak macam-macam cuma satu Seafood pizza bukan yang lain kecuali kalau makannya berdua dengan istri pesannya dua Seafood dan Margherita. Buat istriku pizza itu hanya roti, tomat dan keju mozzarella, itu saja, semakin banyak topping semakin dia gak suka.

Margherita pizza itu apa? ada yang menyebutnya Plain Pizza karena topping hanya tomat, mozzarella dan basil. Nama Margherita sendiri diambil dari nama Queen Margherita of Italy, satu lagi keunikan pizza Margherita ini adalah toppingnya yang seakan mewakili bendera Italia merah, putih dan hijau.

Terus keripik Pizza?

Ah itu hanya nama yang disebut saudaraku yang kebetulan datang ke Bali dan aku ajak makan pizza di pinggir pantai Jimbaran sambil menunggu matahari terbenam.

“Kau pesan apa?”

“Pizza”

“Wah berat kali itu, masih sore ini nanti aja makan malam”

“Santai aja, Bang”

Pizza disajian di meja “Eh apa ini ? Kok gini pizza nya?

“Makan ajalah”

“Enak ini, kayak keripik. Beda dengan yang di Pizza Ut”

“Makanya aku ajak kesini biar tidak cuma tahu yang di Pizza Ut aja”

“Bisa kau bikin keripik pizza kayak gini? Kau buatlah kalau kau ke Medan”

“Ahh si Abang ini gak baca blog ku, sudah kubilang kalau masak yang pakai tepung-tepung  itu malas aku. Pokoknya kalau ke Bali lagi telfon aku, makan keripik pizza kita tiap hari”

Jadi kapan kalian ke Bali ?

3 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s