Kebun Cabe

“Eh itu pohon cabe kan?”

“Iya”

“Kau kan gak suka pedas, ngapain nanam cabe?”

“Justru karena aku gak terlalu suka pedas makanya aku tanam, kalau lagi mau masak pakai cabe tinggal petik satu dua biji saja, gak perlu lagi beli banyak-banyak yang akhirnya malah lebih sering jadi busuk dan terbuang terbuang sia-sia”.

Percakapan diatas adalah sepenggal obrolanku dengan seorang teman beberapa bulan yang lalu dan hanya obrolan yang lewat begitu saja. Setidaknya sampai beberapa minggu kemudian ketika aku main ke rumahnya, duduk diteras sambil menikmati warna-warni halaman rumahnya yang ditata indah penuh dengan tanaman hias.

“Kok gak ada pohon cabe ya, kan kau suka pedas”

“Alahh pake tanam-tanam cabe segala, beli aja gampang.”

Pembicaraan kita tentang pohon cabe berhenti sampai disitu, tapi hatiku masih terus bicara.

Mau tanam pohon cabe atau tidak itu urusan masing-masing orang. Hanya kalau aku ingat-ingat lagi beberapa waktu yang lalu ketika harga cabe naik, hampir setiap hari ketika sedang istirahat makan siang hanya ada satu topik pembicaraan dari temanku ini, mengeluhkan naiknya harga cabe di pasar.

Aku hanya berpikir, kalau memang suka makanan pedas kenapa kebun rumah yang saat ini dipenuh dengan mawar melati tidak diganti saja dengan pohon cabe dan kalau seandainya suatu hari terjadi lonjakan harga cabe tidak lagi harus mengeluh atau mungkin sampai turun ke jalan dan teriak “pemerintah gagal”.

Ah sudahlah, daripada aku malah jadi bicara ngaur dan gak jelas, lebih baik aku melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat; pulang ke rumah dan panen cabe.

9 responses

  1. iya oke juga idenya, saya juga kepikiran pingin tanem sayur di pekarangan yg cuma secuplik, gara2 adek pernah bilang, sekarang di indonesia ga cuma makanan olahan aja yg bisa dicurangi, kayak baso pake formalin, tahu n ikan asin juga, sayur n buah2an juga ga luput dari bahan tambahan berbahaya…..makanya selain ide nanam cabe bisa menghemat kantong, ide nanam sayur juga sehat, murah n hemat…

  2. hehehe iya tuh, klo doyan cabe mestinya tanam aja ya, biar gak rempong klo pas cabe mahal.
    jadi klo nanti kami ke bali, terus pengen ‘ngetep’ cabe tinggal ambil di halaman ya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s